JawaPos.com - Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan hemat kendaraan pribadi. Namun, tanpa kehati-hatian, risiko masalah dokumen dan kepemilikan bisa muncul.
Banyak pembeli rugi karena mobil yang dibeli memiliki dokumen bermasalah atau masih diikat kredit. Agar tidak terjadi, berikut 9 langkah penting sebelum membeli mobil bekas seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Periksa Keaslian BPKB Secara Teliti
Salah satu dokumen utama saat transaksi mobil bekas adalah BPKB. Kamu wajib memastikan dokumen itu asli dan bukan palsu.
Perhatikan kualitas kertas, hologram keamanan, dan detail informasi di dalamnya. Pastikan nomor rangka dan mesin di BPKB sesuai kondisi kendaraan yang kamu periksa langsung.
2. Cocokkan Identitas Penjual dengan Dokumen Kendaraan
Sebelum transaksi, pastikan penjual adalah pemilik sah kendaraan. Cek apakah nama di BPKB dan STNK sama dengan identitas penjual.
Jika penjualan lewat perantara atau makelar, minta surat kuasa resmi dari pemilik kendaraan. Selain itu, mintalah salinan identitas pemilik asli agar transaksi lebih aman.
Baca Juga: Jangan Sampai Menyesal! 7 Risiko Membeli Mobil Bekas dengan Dokumen Bermasalah
3. Cek Status Kendaraan di Samsat
Melakukan pengecekan kendaraan di Samsat sering terlupakan pembeli. Dari sana, kamu bisa tahu status pajak, keabsahan data, dan masalah administratif mobil.
Langkah ini memastikan kendaraan yang dibeli tidak punya catatan masalah yang dapat merugikan di masa depan.
4. Hindari Membeli Mobil Tanpa Dokumen Lengkap
Harga murah sering jadi godaan saat beli mobil bekas. Tapi, jangan beli kendaraan tanpa dokumen penting seperti BPKB atau STNK.
Mobil tanpa dokumen lengkap berisiko hukum besar. Beberapa kasus menunjukkan kendaraan itu hasil kejahatan atau punya sengketa kepemilikan.
Baca Juga: Minat Mobil Bekas Naik 6 Persen Dibanding Tahun Kemarin Saat Mobil Baru Lesu
5. Pastikan Mobil Tidak Sedang Dijaminkan
Sebelum membeli, pastikan mobil tidak dipakai sebagai jaminan kredit atau leasing. Mobil bermasalah ini bisa ditarik pihak pembiayaan jika cicilan belum dilunasi.
Jika itu terjadi, pembeli baru bisa kehilangan kendaraan meski tidak tahu kondisi sebelumnya.
6. Gunakan Perjanjian Jual Beli yang Jelas
Transaksi harus transparan untuk melindungi kedua pihak. Pastikan ada perjanjian tertulis yang mencantumkan identitas penjual, pembeli, dan detail kendaraan.
Dokumen ini jadi bukti hukum jika nanti muncul masalah kepemilikan atau kondisi mobil.
7. Waspadai Harga yang Terlalu Murah
Harga jauh di bawah pasaran biasanya tanda ada masalah. Bisa jadi mobil punya dokumen bermasalah, pernah kecelakaan berat, atau status kepemilikan tidak jelas.
Oleh karena itu, bandingkan harga dengan pasaran sebelum memutuskan membeli.
8. Gunakan Jasa Inspeksi Kendaraan Profesional
Jika kurang paham kondisi teknis, gunakan jasa inspeksi profesional. Teknisi berpengalaman bisa mendeteksi kerusakan tersembunyi dan potensi masalah legal. Dengan ini, kamu mendapat gambaran objektif sebelum membeli.
Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu! 7 Risiko Besar Membeli Mobil Bekas dengan Status Kepemilikan Bermasalah
9. Pilih Penjual atau Dealer yang Terpercaya
Membeli dari penjual berreputasi mengurangi risiko. Dealer resmi atau showroom terpercaya biasanya transparan soal kondisi dan dokumen kendaraan.
Penjual dengan rekam jejak baik juga memberi informasi jujur. Ini membuat pembeli lebih aman saat bertransaksi.