JawaPos.com - Rem parkir atau rem tangan merupakan komponen penting pada mobil yang berfungsi menjaga kendaraan tetap diam saat diparkir, terutama ketika berada di jalan yang menanjak.
Sistem ini bekerja dengan mengaktifkan rem pada roda belakang sehingga mobil tidak bergerak atau meluncur sendiri. Meski begitu, penggunaan rem parkir yang terlalu lama juga bisa menimbulkan risiko tertentu.
Apa risikonya?
Seperti dilansir dari laman Suzuki Indonesia, mengaktifkan rem parkir dalam waktu yang sangat lama dapat menyebabkan kampas rem terlepas dari pelat atau dudukannya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada sistem rem belakang tipe tromol, karena area kontaknya lebih luas dibandingkan rem cakram.
Saat rem tangan ditarik, kampas rem akan menekan dan menempel pada bagian tromol. Jika mobil dibiarkan dalam kondisi tersebut terlalu lama, kampas rem bisa menempel kuat atau lengket pada tromol. Ketika kendaraan dipaksa berjalan, ada kemungkinan kampas rem tersebut terlepas dari dudukannya.
Risiko ini akan semakin besar apabila kondisi kampas rem sedang basah sebelum mobil diparkir. Oleh karena itu, jika mobil akan diparkir dalam waktu lama dan rem dalam kondisi basah, lebih aman menggunakan pengganjal roda sebagai tambahan pengaman.
Baca Juga: Cara Mengatasi kalau Rem Tangan Mobil Tiba-tiba Lengket atau Macet, Jangan Panik
Cara Menggunakan Rem Parkir dengan Benar
Agar rem parkir tetap awet dan berfungsi optimal, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pastikan saat menarik rem parkir terdengar sekitar 4 hingga 7 klik. Jika lebih dari 7 klik, sebaiknya lakukan penyetelan ulang di bengkel.
Hindari terlalu sering menggunakan rem tangan ketika berhenti sebentar, seperti saat lampu merah atau berhenti singkat.
Jika mobil diparkir di permukaan jalan yang miring, sebaiknya tambahkan pengganjal roda agar kerja rem parkir tidak terlalu berat.
Jangan menarik atau menginjak rem parkir secara berlebihan.
Lakukan servis berkala di bengkel resmi untuk memastikan kondisi dan penyetelan rem tangan tetap optimal.