JawaPos.com - Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus pergerakan masyarakat pada libur Natal 2026 bakal jatuh pada 23–24 Desember.
Kemudian, pergerakan pra-Tahun Baru 2027 diperkirakan memuncak pada 30–31 Desember.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyiapkan skema pengalihan arus, inspeksi kelaikan armada bus, hingga penyediaan program mudik gratis.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menginstruksikan jajarannya untuk memperketat koordinasi lintas sektor demi memetakan titik rawan kecelakaan dan kemacetan di berbagai jalur utama maupun titik simpul transportasi.
"Puncak arus pergerakan orang pra Natal diprediksi jatuh pada tanggal 23-24 Desember 2026, sementara pasca Natal diprediksi pada tanggal 27-28 Desember 2026," ujar Dirjen Aan, dikutip Rabu (28/10).
Sementara itu, pergerakan pra-Tahun Baru 2027 diperkirakan memuncak pada 30–31 Desember 2026, dengan arus balik pasca-Tahun Baru pada 3–4 Januari 2027.
Pemeriksaan Armada Bus dan Pengawasan Jalur Rawan
Untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, Ditjen Hubdat memfokuskan pengawasan pada kelaikan armada serta kesiapan fasilitas operasional. Rampcheck berkala bakal diterapkan pada bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) maupun bus pariwisata.
Pemeriksaan menyeluruh ini mencakup kesiapan fisik pengemudi, pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan, pengawasan angkutan barang, hingga kesiapan terminal di berbagai wilayah.
"Di samping itu, kita perlu mengantisipasi lonjakan mobilitas yang berpotensi meningkatkan kepadatan pada ruas jalan utama, kawasan industri, terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara. Harus dilakukan pemetaan titik rawan dan skema pengalihan arus dengan keselamatan menjadi prioritas utama," tegas Aan.
Ia turut mengimbau seluruh operator bus untuk mengoperasikan armada yang laik jalan, mematuhi batas kapasitas angkut, serta menyediakan alat keselamatan yang memadai.
Kesiapan Sarana, Kuota Mudik Gratis, dan Layanan Digital
Direktur Lalu Lintas Jalan, Rudi Irawan, memaparkan kesiapan infrastruktur penunjang Nataru.
Sebanyak 115 Terminal Tipe A, 32.398 armada bus, serta 51 unit UPPKB yang disulap menjadi rest area siap difungsikan.
"Untuk kegiatan inspeksi keselamatan pada armada bus rencana dilakukan pada tanggal 10 November 2026 hingga 3 Januari 2027 dengan target sekitar 23 ribu kendaraan," jelas Rudi.
Guna mengurai volume kendaraan pribadi, Kemenhub kembali memfasilitasi program Mudik Gratis Nataru berkapasitas 2.882 penumpang menuju 10 kota tujuan di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Pengamanan di lapangan bakal didukung oleh 12.558 personel gabungan.
Masyarakat juga dapat mengakses pemantauan lalu lintas secara real-time melalui aplikasi MitraDarat yang dilengkapi fitur peta tematik Nataru dan status rampcheck kendaraan.
Baca Juga: Diskon Tiket Nataru 2026/2027, Ini Jadwal dan Cara Berburu Harga Hemat
Saat ini, pembahasan aturan pembatasan operasional angkutan barang melalui SKB Pengaturan Lalu Lintas Jalan dan Penyeberangan masih terus dimatangkan bersama Korlantas Polri dan pihak terkait. (*)