← Beranda
Prabowo Kucurkan Banpres Rp 15 Miliar untuk Penanganan Karhutla Kotim, Pemda Diminta Manfaatkan
Muhammad Ridwan• Senin, 19 Oktober 2026 | 02.35 WIB
Personel TNI AU membantu pemadaman karhutla di Kalsel (Dok Antara).

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan presiden (banpres) sebesar Rp 15 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (kathutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Banpres itu diberikan sebagai upaya maksimal pemadaman karhutla.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat melakukam peninjauan di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ia meminta pemerintah daerah memanfaatkan dukungan anggaran yang telah diberikan Presiden Prabowo tersebut.

"Kemarin Pak Presiden sudah menurunkan Banpres untuk Kotim, 15 miliar rupiah, mohon itu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kalau masih kurang tentu kami juga bisa Support lagi secara parsial dimana yang kita butuhkan,” kata Raja Juli Antoni, Minggu (18/10).

Selain dukungan anggaran, pemerintah akan memaksimalkan sejumlah langkah penanganan melalui jalur udara. Upaya tersebut mencakup pengerahan pesawat untuk water bombing, penggunaan dry ice sesuai kebutuhan operasi, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Baca Juga: Karhutla Ganggu Penerbangan, Kerugian Maskapai hingga Penumpang Membengkak

Raja Juli menegaskan, pengerahan personel di darat tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Menurutnya, sinergi antara operasi udara dan darat diperlukan agar pemadaman berjalan efektif, sekaligus memastikan titik-titik api yang telah ditangani tidak kembali menyala.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan secara berkelanjutan setelah proses pemadaman. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, terutama di lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

“Udara kita maksimalkan dengan water bombing, dry ice dan operasi modifikasi cuaca, dan juga pasukan darat karena ini sangat penting sekali,” pungkasnya.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin