JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau Jembatan Gantung Pongpet di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), pada Senin (14/9). Jembatan yang sempat menjadi sorotan karena ambruk saat peresmian itu akan dibangun ulang.
Jenderal Maruli menegaskan hal itu. Dia menyatakan bahwa pembangunan ulang jembatan tersebut mempertimbangkan opsi konstruksi terbaik agar lebih fasilitas tersebut menjadi lebih kuat, aman, dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang. Dia mengaku sudah mengevaluasi kondisi jembatan bersama pihak terkait.
Khususnya dari aspek teknis yang akan menjadi dasar pembangunan ulang jembatan itu. Menurut dia, untuk jembatan yang mengalami kerusakan, penanganannya tidak cukup sekadar memperbaiki bagian tertentu, melainkan perlu mempertimbangkan pembangunan kembali secara menyeluruh.
”Salah satu yang menjadi evaluasi yaitu teknis-teknis yang harus kita evaluasi. Memang yang agak rumit adalah jembatan-jembatan perbaikan,” terang Maruli.
Orang nomor satu di TNI AD itu menyebut, pembangunan kembali Jembatan Pongpet diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan dan dapat dipercepat dengan pengerjaan secara intensif. Dia menilai pembongkaran dan pembangunan kembali dari awal menjadi pilihan yang lebih baik agar konstruksinya dapat disempurnakan.
”Ini sudah diperkirakan 2 bulan, kalau bekerjanya pagi, siang dan malam, mudah-mudah bisa lebih cepat, 2 bulanan, karena memang lebih baik kita bongkar awal saja, konstruksinya jadi lebih baik, musibah yang membawa hikmah ini jadinya,” bebernya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas musibah yang terjadi saat peresmian Jembatan Pongpet, Maruli juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Dia memastikan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi TNI AD untuk menghadirkan konstruksi yang lebih baik dan aman.
”Saya sudah sampaikan, secara pertanggungjawaban, saya mohon maaf atas kejadian ini, dan kita akan segera perbaiki, saya kira akan jadi evaluasi kita supaya kita bisa buat yang lebih baik dan lebih aman,” ujarnya.
Jembatan Pongpet sangat penting sebagai akses penghubung masyarakat bagi Cijulang dan sekitarnya, terutama untuk mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi warga. Pembangunan kembali diharapkan bisa mengembalikan akses tersebut. Tentu dengan konstruksi yang lebih aman dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: Hasil Investigasi TNI AD Pasca Insiden dalam Peresmian Jembatan Pongpet Pangandaran yang Putus
Secara keseluruhan, saat ini TNI AD secara nasional sudah mengerjakan 3.417 jembatan. Sebanyak 2.700 lebih telah selesai dibangun. Sementara target hingga akhir 2026 mencapai 5.000 jembatan. Terdiri atas jembatan perintis, Bailey, beton, dan Armco. Selain jembatan, TNI AD juga terus mendukung program penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor.
”Sumur Bor kita sudah jadi program presiden dan juga program TNI Angkatan Darat, mudah-mudahan tahun ini kita bisa selesaikan 5.000 hingga 6.000, karena kemarin sudah 3.000 (sumur bor) dari presiden yang diresmikan,” ujarnya.