JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN), mengembalikan uang negara sebesar Rp 311 miliar dari adanya sejumlah temuan penerima program makan bergizi gratis (MBG) dan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) fiktif.
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan pada tahun 2026 BGN telah melakukan sejumlah pengurangan sekolah dan siswa penerima manfaat program MBG dan menyelidiki SPPG yang tidak beroperasi.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil temuan dari BGN terdapat sebanyak 414 dapur SPPG yang sudah mendapat anggaran, namun belum beroperasi.
“Uangnya sudah kita ambil, kita kembalikan ke kas negara Rp 311 miliar. Jadi ini kita sisir semua. InsyaAllah so far so good lah ya, manageable gitu,” ujar Sudaryono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/8).
Baca Juga: BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik
Sudaryono, mengatakan, selain menemukan SPPG yang belum beroperasi, BGN juga menemukan adanya 6 juta penerima MBG yang terhitung dua kali atau double.
“Jadi ada dobel-dobel itu semua kita sisir, itu ada sekitar 6 jutaan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga memastikan sebanyak 80 sekolah dikeluarkan dalam daftar penerima program makan bergizi gratis (MBG).
Ia menjelaskan, Lembaga pendidikan yang tidak akan menerima MBG merupakan sejumlah swasta elit atau sekolah orang kaya dan sekolah asrama.
“Kita sudah sisir. Beberapa sekolah swasta yang memang swasta elit, saya kira tidak membutuhkan MBG. Nah itu juga beberapa sudah ada berapa ya, 80-an sekolah gitu se-Indonesia, yang kemudian sekolah swasta khususnya,” ucapnya.
Sudaryono mencontohkan, salah satu sekolah yang tidak akan mendapatkan program MBG seperti Taruna Nusantara, dan Kemala Bhayangkari. Hal tersebut dilakukan karena, sekolah tersebut sudah memiliki program sendiri.
Selain itu, BGN juga sudah melakukan pengecekan terhadap sejumlah sekolah swasta yang tidak akan mendapatkan program MBG.
“Misalnya masukkan saja sekolah misalnya JIS, atau Cikal, atau Taruna Nusantara, atau Kemala Bhayangkari misalnya. Nanti di dalam Radar MBG ada keterangan tidak mendapatkan alokasi MBG,” ungkapnya.