JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turun langsung ke Jambi untuk memastikan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dijalankan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Raja Juli Antoni saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Daops Manggala Agni Jambi, Selasa (25/8).
Rapat koordinasi itu dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Kepala BMKG Provinsi Jambi Tri Agus Pramono, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, serta jajaran Manggala Agni dan relawan.
Raja Juli mengatakan, Presiden Prabowo memintanya untuk aktif turun ke daerah guna memastikan instruksi penanganan karhutla yang telah diberikan kepada kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah benar-benar dilaksanakan.
“Sesuai dengan perintah Pak Presiden Prabowo Subianto kepada saya, saya diminta untuk terus turun ke lapangan. Kemarin Pak Presiden ke Kalimantan Barat sebelumnya, kemudian beliau perintahkan saya untuk mengecek kembali apakah perintah-perintah yang beliau sampaikan baik kepada K/L (Kementerian/Lembaga) di pusat maupun di daerah sudah diimplementasi atau belum, sudah dieksekusi atau belum,” kata Raja Juli.
Dalam kesempatan tersebut, dia menyatakan akan memeriksa satu per satu instruksi Presiden yang masih belum terlaksana. Langkah tersebut dilakukan agar setiap arahan dapat segera ditindaklanjuti dan tidak berhenti pada rapat koordinasi semata.
“Saya nanti akan cek kira-kira apa perintah beliau yang belum terlaksanakan. Ya nanti satu per satu kita akselerasi agar, beliau selalu katakan, rapat itu produktif, jangan omon-omon saja. Jadi apa yang diperintahkan, kita laksanakan,” tegasnya.
Raja Juli juga menegaskan pemerintah berkomitmen hadir secara langsung di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurut dia, penanganan bencana tersebut membutuhkan sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat.
Ia menyebut koordinasi akan terus dilakukan bersama BMKG, BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta masyarakat peduli api.
Baca Juga: Karhutla Mengancam, Menhut Tak Segan Tindak yang Berani Buka Lahan dengan Pembakaran
“Jangan ragu pemerintah hadir di lapangan. Kita berkomitmen untuk bekerja keras semua terjun ke lapangan tapi tentu seperti yang dikatakan doa juga penting,” terang dia. (*)