← Beranda
Kemenhut Akselerasi Operasi Terpadu Pengendalian Karhutla, Raja Juli Perkuat Operasi Pemadaman
AntaraMinggu, 23 Agustus 2026 | 18.32 WIB
Prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)

 

JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pastikan pemerintah mengakselerasi operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra.

Sebanyak 12.880 personel dikerahkan untuk upaya pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemantauan kualitas udara.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi menyatakan, langkah strategis ditempuh untuk penanganan yang lebih cepat dan presisi di tingkat tapak.

Baca Juga: Menhut Raja Juli Pantau Karhutla Kalsel, Api Padam tapi Asap Lahan Gambut Masih Ada

Langkah itu juga dilakukan untuk melokalisasi areal terdampak agar tidak meluas, serta memberikan perlindungan menyeluruh terhadap kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan aktivitas masyarakat dari ancaman asap.

”Sebagai bentuk respons cepat di lapangan, pemerintah memobilisasi kekuatan penuh sebanyak 12.880 personel gabungan dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), pelaku usaha, hingga relawan,” ujar Ristianto dilansir dari Antara.

Penempatan personel dan armada sarana pemadaman dijalankan secara dinamis, memperhitungkan secara cermat pergerakan angin, kondisi cuaca, keberadaan ekosistem gambut, aksesibilitas lokasi, serta potensi dampaknya terhadap fasilitas publik dan permukiman.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas Pelaku Karhutla di Kalimantan, Empat Korporasi Diselidiki

Dia menjelaskan, taktik lapangan mencakup patroli terpadu, pemadaman awal, pemadaman lanjutan, pembuatan sekat bakar, pendinginan area, hingga penjagaan ketat di lokasi pascapemadaman.

Aksi darat diperkuat secara taktis oleh dukungan operasi udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan secara terukur memanfaatkan ketersediaan awan berdasar analisis BMKG.

Penyiapan pesawat patroli dan pemadaman udara atau water bombing difungsikan untuk menjangkau bentang alam yang sulit diakses jalur darat serta menahan eskalasi kebakaran.

Dalam aspek dampak sosial, dia mengatakan, dilakukan peningkatan pemantauan terhadap pergerakan asap dan kualitas udara secara berkala melalui koordinasi erat lintas instansi.

Informasi mengenai indeks kualitas udara, jarak pandang penerbangan, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta penyesuaian aktivitas pendidikan diperbarui secara berkala demi keselamatan warga.

Dia menambahkan, seluruh kerja keras pemadaman darat dan udara tersebut dilakukan secara terkoordinasi berdasarkan sistem pemantauan terintegrasi SiPongi Kementerian Kehutanan yang memanfaatkan pencitraan Satelit Terra-Aqua NASA.

Baca Juga: Masyarakat Diimbau Tak Panik Hadapi Ancaman Karhutla, Minta Pemerintah Bersikap Tegas

Pemerintah memberikan perhatian khusus dan pengawasan ketat pada enam provinsi prioritas rawan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pemantauan terpadu mencakup wilayah dengan dinamika harian di Kalimantan Barat seperti Kabupaten Ketapang, Sanggau, dan Sintang serta di Kalimantan Tengah yaitu Kotawaringin Timur, Kapuas, Palangka Raya.

Sementara di wilayah Kalimantan Selatan pemantauan dilakukan di Tapin, Banjar, Hulu Sungai Selatan.

Baca Juga: Atasi Karhutla Kalimantan, Kemenhub Izinkan 35 Pesawat Asing Masuk Indonesia

Sedangkan di koridor Sumatra meliputi Riau yaitu Pelalawan, Indragiri Hulu, Bengkalis dan di Jambi yaitu Sarolangun, Muaro Jambi, Merangin serta Sumatera Selatan di Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Muara Enim.

Pembaruan data titik panas (hotspot) secara aktual dapat diakses oleh publik melalui Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi pada laman https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id.

Laporan atau indikasi kejadian di lapangan dapat disampaikan secara langsung kepada posko pengendalian karhutla terdekat, BPBD, atau aparat pemerintah setempat.

Baca Juga: Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Antoni turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Menhut Raja Antoni mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan titik panas di sejumlah wilayah Kalsel.

Berdasar pemantauan pukul 06.00 Minggu (23/8), masih terdapat 44 hotspot yang tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.

Penguatan operasi juga dilakukan melalui penambahan satu armada water bombing pada Minggu (23/8) siang.

Baca Juga: Ada Dugaan Korporasi Sebabkan Karhutla di Kalimantan, Presiden Prabowo: Akan Kami Tindak

Menhut Raja Antoni menyampaikan BNPB akan mendatangkan satu helikopter tambahan dari Riau untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.

”Kita dapat informasi tadi dari BNPB akan ada penambahan satu water bombing lagi, helikopter yang diambil dari Riau,” ujar Raja Juli Antoni.

Menurut Raja Juli Antoni, pengalihan dukungan dari Riau dilakukan karena kondisi karhutla di wilayah tersebut relatif lebih terkendali.

Baca Juga: Layanan Penerbangan di Samarinda Masih Aman Meski Sebagian Kalimantan Dilanda Karhutla

”Riau alhamdulillah angkanya lebih rendah lagi, jadi kita pinjam dulu sementara dari teman-teman untuk penambahan water bombing di Kalimantan Selatan ini,” kata Menhut Raja Juli Antoni.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah