JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pendataan rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu.
Proses pendataan dilakukan bersamaan dengan penanganan warga pada masa tanggap darurat. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pendataan kerusakan menjadi langkah penting untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terdampak secara cepat sekaligus mempersiapkan penanganan pada tahap berikutnya.
Menurut Berton, hasil pendataan juga digunakan untuk memperkirakan jumlah tenaga enumerator yang dibutuhkan. Para petugas tersebut nantinya bertugas melakukan verifikasi dan validasi kondisi rumah secara langsung di lapangan.
Untuk rumah yang masuk kategori rusak berat, data tersebut turut menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi warga terdampak.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya," kata Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23/8).
Baca Juga: Sudah Terima 1.541 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, BNPB: Lebih dari 954 Ton Terdistribusi
BNPB telah mengerahkan tim untuk melakukan pendataan kerusakan di tujuh kabupaten terdampak. Data yang diperoleh selanjutnya akan melalui proses verifikasi dan validasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi di lapangan.
Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (22/8), tercatat sebanyak 53.971 rumah mengalami kerusakan. Jumlah tersebut terdiri dari 19.006 rumah rusak berat, 11.777 rumah rusak sedang, dan 23.188 rumah rusak ringan.
Berton menekankan, angka tersebut belum bersifat final. Seluruh data masih harus melewati proses verifikasi dan validasi sebelum dapat ditetapkan sebagai data resmi kerusakan.
"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan," ujarnya.
BNPB juga telah memiliki data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa untuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, proses input data di Kabupaten Manggarai masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam satu hingga dua hari mendatang.
Di Kabupaten Nagekeo, verifikasi data telah dilakukan selama dua hari oleh pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan yang disiapkan BNPB.
Setelah proses verifikasi selesai, data yang dinyatakan valid dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menemukan ketidaksesuaian, proses verifikasi ulang akan dilakukan agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dalam proses pendataan tersebut. Meski demikian, Berton menegaskan bahwa kegiatan pendataan tetap berjalan beriringan dengan penanganan darurat yang menjadi fokus utama.
"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel," pungkasnya.
Berikut rincian kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak:
- Kabupaten Nagekeo: 4.829 rumah, terdiri dari 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan.
- Kabupaten Ende: 3.953 rumah, meliputi 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.
- Kabupaten Manggarai: 7.045 rumah, terdiri dari 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan.
- Kabupaten Manggarai Timur: 17.039 rumah, dengan rincian 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.
- Kabupaten Manggarai Barat: 9.402 rumah, terdiri dari 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan.
- Kabupaten Ngada: 8.129 rumah, meliputi 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.
- Kabupaten Sikka: 3.574 rumah, terdiri dari 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.