JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto menunjuk pejabat utama TNI dan Polri untuk memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Mulai panglima TNI, kapolri, wakil panglima TNI, Wakapolri, hingga kepala staf TNI AD dan TNI AL dapat tugas khusus untuk mempercepat penanganan Karhutla di empat provinsi.
”Presiden Prabowo telah menginstruksikan para pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat menangani karhutla di 4 provinsi terdampak di Kalimantan,” terang Sekretaris Kabinet Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya pada Sabtu (22/8).
Di Kalimantan Barat (Kalbar), Prabowo menempatkan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Baca Juga: Kemenhub Cek Bandara Terdampak Asap Karhutla Kalimantan, Pastikan Keselamatan Penumpang
Untuk Kalimantan Tengah (Kalteng), penanganan karhutla dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Khusus di Kalimantan Selatan (Kalsel), Prabowo memerintahkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Astamaops Kapolri Komjen Pol M. Fadil Imran untuk mengkoordinir penanganan.
Sedangkan di Kalimantan Timur (Kaltim), Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi dan Komandan Korps Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat mendapat tugas untuk turun langsung ke lapangan.
”Pembagian tugas dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan lebih cepat, terpadu dan serentak,” ucap Teddy.
Hari ini, Sabtu (22/8) Presiden Prabowo bersama sejumlah pejabat tinggi negara juga sudah berada di Kalimantan.
Baca Juga: Tiba di Kalimantan, Presiden Prabowo Dilapori 3.704 Hotspot Karhutla
Teddy menyebut, presiden meninjau lokasi terdampak karhutla sekaligus memimpin langsung upaya penanganannya di sejumlah wilayah di Kalimantan.
Setibanya Prabowo di Kalimantan, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo langsung menyampaikan laporan kepada presiden.
Dia menyebut, Letjen TNI Suharyanto tidak hadir di Kalimantan karena masih berada di Nusa Tenggara Timur untuk penanganan pascagempa.
Terdeteksi 3.704 Titik Hotspot Karhutla di Seantero Kalimantan
Berdasar laporan terbaru hari ini hasil pemantauan 24 jam terakhir, terdeteksi 3.704 titik hotspot karhutla di seantero Kalimantan.
Terdiri atas 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah, dan 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Ganggu Penerbangan, Ratusan Penumpang Dapat Refund dan Reschedule Gratis
”Terdeteksi ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat,” terang dia.
Sementara hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah berarti sudah muncul kepulan asap.
Sedangkan hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah berarti satelit mendeteksi titik panas.
Di antara 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang, sebagian besar berada beberapa wilayah.
”Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, kemudian Kubu Raya, dan Kabupaten Kayam Utara di wilayah sektor selatan,” ucap Asrianus.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Makin Tebal, 3.524 Sekolah di Kalimantan Terapkan PJJ
Selain itu, hotspot juga terpantau di Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas yang berada di wilayah timur.
Menurut dia, saat ini BNPB dan instansi terkait lainnya sudah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
BNPB mengandalkan potensi hujan dengan intensitas ringan pada 21-27 Agustus yang diiprediksi terjadi di wilayah timur Kalimantan Barat.
”Kami sudah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada tgl 11-18 Agustus lalu kemudian istirahat karena tidak ada potensi awan. Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan (kembali) akan terjadi,” bebernya.
Baca Juga: Karhutla Kepung Kalsel, Operasi Darat dan Udara Terus Dilakukan