← Beranda
Kemenhub Cek Bandara Terdampak Asap Karhutla Kalimantan, Pastikan Keselamatan Penumpang
Nanda PrayogaSabtu, 22 Agustus 2026 | 21.31 WIB
Warga melintas di sepelah kawasan BAndara internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Rabu (19/8) di tengah kabut asap yang pekat. (Sheilla/Radar Banjarmasin)

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini memantau kondisi sejumlah bandara, yang operasionalnya terganggu akibat kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan.

Keselamatan penumpang menjadi prioritas, dan otoritas bandara diminta tidak ragu menunda penerbangan bila kondisi tidak memungkinkan.

Hal itu seiring dengan gangguan asap karhutla yang semakin berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah wilayah di Kalimantan.

Di Bandara Singkawang misalnya, ratusan penumpang telah terdampak gangguan penerbangan efek karhutla.

Baca Juga: Tiba di Kalimantan, Presiden Prabowo Dilapori 3.704 Hotspot Karhutla

Pada 16, 18, dan 19 Agustus 2026, penerbangan TransNusa dan Super Air Jet di rute Jakarta-Singkawang maupun sebaliknya terdampak kondisi asap.

Penumpang yang terkena dampak mendapat opsi full refund atau perubahan jadwal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan sesuai kebijakan maskapai.

Di Bandara Singkawang (SKJ), jarak pandang tercatat sekitar 3.000 meter pada 16 Agustus sehingga dinyatakan tidak aman.

Kondisi tersebut berdampak terhadap penerbangan TransNusa dengan 174 penumpang rute Bandara Soekarno-Hatta (CGK)-SKJ dan 153 penumpang pada rute SKJ-CGK.

Super Air Jet pada hari yang sama terdampak dengan 180 penumpang pada rute CGK-SKJ dan 87 penumpang pada rute SKJ-CGK.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Ganggu Penerbangan, Ratusan Penumpang Dapat Refund dan Reschedule Gratis

Gangguan berlanjut pada 18 Agustus ketika jarak pandang turun menjadi hanya 2.000 meter.

TransNusa terdampak dengan masing-masing 174 penumpang untuk rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK.

Sementara Super Air Jet mencatat 180 penumpang pada rute CGK-SKJ dan 179 penumpang pada rute SKJ-CGK.

Pada 19 Agustus, jarak pandang berada di sekitar 2.500 meter. TransNusa terdampak dengan 164 penumpang pada rute CGK-SKJ dan 165 penumpang pada rute SKJ-CGK.

Sementara Super Air Jet masing-masing terdampak 180 penumpang pada kedua rute tersebut.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Makin Tebal, 3.524 Sekolah di Kalimantan Terapkan PJJ

Selain Singkawang, Kemenhub melakukan pemantauan di sejumlah bandara di Kalimantan Timur.

Tujuh bandara yang masuk dalam pemantauan yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan.

Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan dilaporkan masih beroperasi normal.

Sementara kondisi di Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, dan Kalimarau terus dipantau.

Pemantauan juga dilakukan di sembilan bandara di Kalimantan Tengah. Daftarnya meliputi Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, serta Bandara Khusus Puruk Cahu.

Baca Juga: 21 Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar Delay Akibat Kabut Asap Karhutla

Dari sejumlah bandara tersebut, Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu tercatat beroperasi normal.

Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) menjadi salah satu lokasi yang mengalami dampak terhadap jadwal penerbangan.

Penerbangan NAM Air rute CGK-PKN yang semula dijadwalkan pukul 07.00 WIB mengalami perubahan menjadi 08.50 WIB.

Perubahan juga terjadi pada rute PKN-SRG, dari 07.30 menjadi 09.38 WIB, SRG-PKN dari 10.15 menjadi 12.05 WIB, serta PKN-SUB dari 10.45 menjadi 12.34 WIB.

Sementara itu, enam bandara di Kalimantan Utara turut masuk dalam pemantauan Kemenhub.

Baca Juga: Kemenhub Buka Peluang Tunda-Batalkan Penerbangan di Kalimantan, Efek Karhutla

Keenamnya yakni Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan.

Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan masih beroperasi normal, sedangkan Juwata, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, dan Long Apung terus dipantau.

Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, jarak pandang menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah penerbangan dapat tetap berjalan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman dalam keterangannya, Sabtu (22/8).

Ditjen Perhubungan Udara meminta seluruh pengelola bandara dan operator penerbangan meningkatkan kewaspadaan selama kondisi asap masih berpotensi memengaruhi penerbangan.

Baca Juga: Karhutla Kepung Kalsel, Operasi Darat dan Udara Terus Dilakukan

Pemantauan terhadap cuaca dan jarak pandang dilakukan secara berkala untuk menentukan penyesuaian operasional.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” imbuh Lukman.

 

EDITOR: Bayu Putra