← Beranda
Sosok Ahmad Zaki Ali, Pendiri Gerak Bareng yang Meninggal saat Misi Kemanusiaan di NTT
Syahrul YunizarSabtu, 22 Agustus 2026 | 18.23 WIB
Sosok Ahmad Zaki Ali, relawan kemanusiaan yang meninggal dalam misi kemanusiaan di NTT. (Gerak Bareng)

JawaPos.com – Tak sedikit yang berduka saat mendengar kabar Ahmad Zaki Ali, relawan Gerak Bareng meninggal saat mendistribusikan bantuan untuk korban gempa NTT. 

Bang Jek, panggilan akrabnya, dikenal sebagai salah seorang relawan kemanusiaan sekaligus pendiri Gerak Bareng.

Gerak Bareng merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang berfokus memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dhuafa.

Sejak pertama kali berdiri, filantropi tersebut tidak pernah absen bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. 

Baca Juga: Akibat Kelelahan Seorang Relawan Kemanusiaan Gempa Bumi NTT Meninggal Dunia

Saat kali pertama mendapat kabar Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi, Zaki dan para relawannya langsung bergerak.

Hingga akhirnya Zaki dilaporkan meninggal di tengah aktivitas distribusi bantuan kepada para korban gempa NTT.

Saat kabar Ahmad Zaki meninggal dunia tersiar pada Jumat (21/8), akun media sosial @gerakbareng dibanjiri ucapan duka cita.

Berdasar informasi dari Basarnas, Zaki meninggal dunia ketika mendistribusikan bantuan dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. 

”Korban adalah relawan kemanusiaan, pada saat kejadian (meninggal) yang bersangkutan dalam rangka pendistribusian logistik,” kata Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso pada Sabtu (22/8). 

Baca Juga: Pascagempa NTT, Kapolda Irjen Rudi Darmoko: Masyarakat Melihat Negara Hadir

Menurut Edy, almarhum sempat merasakan kondisi tubuhnya drop dalam perjalanan mengantar bantuan kemanusiaan.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Zaki sempat meminta rekannya berhenti sejenak di tengah perjalanan.

Dia kemudian dibantu melepas jaket dan helm yang dikenakan dalam pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut. 

”Namun korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke puskesmas terdekat,” ucap Edy. 

Setibanya di puskesmas, dokter menyatakan Zaki meninggal dunia setelah melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Pertamina Hadir Dampingi Warga Terdampak Gempa di NTT

Jenazah Zaki Dievakuasi dengan Heli Basarnas

Hari ini, Sabtu (22/8) jenazah Zaki dievakuasi untuk dibawa pulang ke rumah duka di Jakarta. Proses evakuasi dilaksanakan menggunakan helikopter milik Basarnas. 

”Pukul 07.04 WITA, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali,” ujar jenderal bintang dua TNI AL tersebut. 

Basarnas dan seluruh unsur SAR dalam misi kemanusiaan di NTT menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Zaki.

Ucapan duka cita juga disampaikan oleh para kerabat dan rekan sejawat almarhum semasa hidup.

Dalam salah satu unggahan di media sosial, disebutkan bahwa salah satu keinginan Zaki adalah berpulang saat membantu orang lain. 

Baca Juga: Pascagempa NTT, 56 SPBU di Pulau Flores Kembali Beroperasi 100 Persen

”Kalau pun saya meninggal dunia, saya ingin meninggal saat membantu orang,” demikian kutipan tersebut. 

Kemarin, akun media sosial Gerak Bareng dan Zaki juga sempat mengunggah video. Dalam video itu Zaki mengaku sudah 6 hari berada di NTT.

Dia menyebutkan bahwa kondisi di lokasi terdampak gempa bumi tersebut masih mengkhawatirkan.

Ditammbah lagi saat itu gempa susulan terus terjadi. Namun, dia bersyukur bantuan terus berdatangan.

”Alhamdulillah sebagian besar amanah-amanah dari orang-orang baik telah tersampaikan dan tersalurkan ke ratusan keluarga yang ada di lokasi terdampak gempa 7,7 (skala richter),” ucap Zaki dikutip dari video tersebut. 

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Pengungsi, BNPB Fokus Distribusi Logistik bagi Korban Gempa NTT

Kini Zaki sudah berpulang. Dia tidak hanya meninggalkan kehangatannya, melainkan juga kenangan baik selama hidup.

Banyak warganet berkomentar dan bersaksi bahwa Zaki adalah salah satu orang baik yang selalu bergerak cepat untuk membantu sesama, termasuk untuk korban terdampak gempa di NTT.

 

 

 

EDITOR: Bayu Putra