JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) fokus pada percepatan pemenuhan kebutuhan logistik bagi para korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, sampai dengan 20 Agustus 2026 korban meninggal dunia akibat gempa sebanyak 78 jiwa. Sedangkan 953 orang luka-luka dan sekitar 95.871 jiwa mengungsi.
Gempa susulan pun masih kerap terjadi dengan magnitudo yang cukup kencang. Masyarakat pun diimbau tetap waspada terhadap kondisi terkini.
“Doa dan dukungan kami sampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” kata Suharyanto, Jumat (21/8).
Baca Juga: Dakota Johnson dan Role Model Dikabarkan Berpisah Usai Terlihat Dekat Sejak Desember 2025
Saat ini kebutuhan logistik mendesak bagi para pengungsi. Oleh karena itu, distribusi akan dimaksimalkan oleh pemerintah.
“Kami terus bekerja keras dan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.
BNPB tak memungkiri masih ada tantangan dalam penanganan korban gempa. Seperti krisis air bersih dan listrik di sejumlah posko.
“Kami memahami kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di pengungsian. Bantuan logistik presiden telah didistribusikan dengan total bantuan yang dikirimkan sebanyak 411 ton dari tanggal 15 sampai 19 Agustus 2026,” jelasnya.
Pemenuhan logistik bagi warga terdampak terus digencarkan. Pada 19 Agustus 2026, BNPB mencatat distribusi bantuan logistik melalui jalur udara sebanyak 72,77 ton. Prioritas pengiriman pada hari yang sama mencakup 5.000 paket sembako ke Posko Maumere dan 2.900 paket sembako ke Posko Labuan Bajo.
Sejumlah armada laut dikerahkan untuk membantu pendistribusian logistik. Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta telah diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai, membawa paket bantuan Presiden RI, sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta donasi masyarakat untuk didistribusikan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Baca Juga: Selesaikan 100 Persen Rekomendasi BPK, Tata Kelola Keuangan MK Dinyatakan WTP
TNI AL juga mengerahkan KRI dr. Soeharso (kapal bantu rumah sakit) untuk mendukung pelayanan kesehatan. Dukungan logistik mencakup beras, sembako, air mineral, obat-obatan, matras, selimut, tenda, hygiene kit, BBM, genset, dan kebutuhan lainnya. Sebanyak 882 unit tenda (215 tenda pengungsi ukuran 6×12 dan 667 tenda keluarga ukuran 4×4) serta dua unit rumah sakit lapangan telah disiapkan.
“Kami memastikan distribusi terus berjalan ke wilayah terisolasi, termasuk melalui jalur laut dan udara, agar kebutuhan dasar warga di pengungsian dan daerah terdampak terpenuhi,” pungkas Suharyanto.