JawaPos.com — Meskipun di istana Kepresidenan menggelar gladi bersih Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah tetap memprioritaskan penanganan gempa NTT.
Gladi bersih yang dilakukan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (15/8) menjadi tahap akhir persiapan sebelum pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi pada Senin (17/8).
Rangkaian gladi bersih diawali dengan pertunjukan seni yang melibatkan sejumlah seniman Tanah Air. Agenda kemudian berlanjut dengan prosesi kirab dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka.
Pasukan TNI dan Polri menempati posisi masing-masing di lapangan Istana Merdeka untuk menjalankan simulasi upacara. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) turut memperagakan formasi yang dipersiapkan untuk peringatan HUT ke-81 RI.
Nuansa kemeriahan juga terlihat melalui atraksi udara TNI Angkatan Udara. Sebanyak 81 pesawat tempur dan helikopter melakukan manuver di langit sebagai bagian rangkaian gladi bersih. Kegiatan ditutup dengan pertunjukan kesenian Nusantara.
Namun, persiapan perayaan kemerdekaan turut diwarnai keprihatinan atas gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi. Di tengah agenda kenegaraan, pemerintah memastikan penanganan warga terdampak bencana tetap menjadi perhatian utama.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengajak masyarakat bersama-sama mendoakan warga NTT yang terdampak gempa. Ia berharap bencana tidak menimbulkan korban jiwa dan situasi di wilayah terdampak pulih segera.
"Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat," kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (15/8).
Menurut Prasetyo, pemerintah pusat berkoordinasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan upaya mitigasi serta penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat. Koordinasi juga melibatkan pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait, termasuk TNI dan Polri.
"Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait, termasuk TNI dan Polri, melakukan langkah-langkah mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat tanggap darurat cepat untuk terutama segera mengatasi keadaan di awal-awal kejadian," jelasnya.
Prasetyo juga menyampaikan adanya laporan kerusakan sejumlah bangunan akibat gempa. Salah satu lokasi terdampak berada di kawasan Pelabuhan Maumere. Beberapa bangunan perkantoran dilaporkan mengalami keruntuhan.
"Ada dilaporkan beberapa yang masih ada di reruntuhan, dan beberapa bangunan-bangunan, ada pelabuhan di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh," ungkapnya.
Pemerintah, lanjut Prasetyo, meminta seluruh titik kerusakan segera diperiksa. Langkah dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mencari kemungkinan korban masih berada di bawah reruntuhan.
"Nah, kami minta untuk segera cek apakah ada korban di reruntuhan-reruntuhan tersebut," tegas Pras.
Untuk mengantisipasi kebutuhan di lapangan, pemerintah pusat menyiapkan dukungan dari Jakarta. Bantuan segera dikirim apabila kondisi di NTT membutuhkan tambahan personel maupun dukungan lainnya.
"Kami juga men-stand by-kan di Halim bilamana sewaktu-waktu diperlukan bantuan dari pemerintah pusat, kami sudah siap siagakan," pungkasnya.