← Beranda
Menhub Dudy Cek Kerusakan Transportasi Pasca Gempa NTT, Keselamatan Jadi Prioritas
Djati WaluyoSabtu, 15 Agustus 2026 | 21.57 WIB
Menhub Dudy Purwagandi. (Dok/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Perhubungan Dudy Purwagandhi, menekankan aspek keselamatan dan kelancaran operasional transportasi yang terdampak gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi prioritas utama.

Selain menekankan hal tersebut, ia juga menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya gempa bumi yang terjadi di , Sabtu (15/8) pagi waktu setempat.

Untuk mengatur terkait dengan sejumlah transportasi di wilayah terdampak gempa, Kemenhub terlah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas transportasi.

“Baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi. Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (15/8).

Dudy mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, gempa bumi di wilayah NTT berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi di wilayah tersebut.

Beberapa yang terdampak antara lain, Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, hingga Bandar Udara Komodo.

Gempa bumi mengakibatkan robohnya bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu di Pelabuhan Laurentius Say. Saat kejadian, KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan. Di Pelabuhan Reo, terdapat kerusakan di bagian kantor dan juga terminal, namun tidak ada korban jiwa.

Gempa bumi juga menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas di Pelabuhan Nangakeo, mulai dari plafon runtuh hingga tembok retak. Akibatnya, layanan perintis dihentikan sementara.

Adapun di Banda Udara Komodo, terdapat kerusakan pada fasilitas Gedung PKP-PK, Terminal Sisi Darat, Gedung Administrasi, serta kerusakan minor pada fasilitas sisi udara (fillet Taxiway A). Tidak ditemukan adanya korban jiwa dan bandara ini tetap beroperasi normal dengan pembatasan.

Menhub Dudy menginstruksikan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di wilayah NTT dan sekitarnya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, seperti BMKG, Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Daerah, dan operator transportasi, guna memantau situasi di lapangan pasca terjadinya gempa bumi.

Ia meminta seluruh petugas untuk fokus pada proses penyelamatan penumpang dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.

Dudy menegaskan Kemenhub akan terus memantau kondisi sarana dan prasarana transportasi di wilayah terdampak dan memastikan layanan transportasi dapat kembali berjalan optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Baca Juga: Puluhan Bangunan Rusak, Korban Meninggal Dunia Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di NTT jadi 14 Orang

Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi-informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Kemenhub juga akan menyampaikan informasi secara berkala jika ada informasi terkait sarana dan prasarana yang terdampak gempa bumi.

“Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya. Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” pungkasnya.

 

EDITOR: Kuswandi