← Beranda
Kemhan Hapus Materi Militer dalam Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Syahrul YunizarKamis, 2 Juli 2026 | 16.56 WIB
Kemhan menyampaikan penjelasan terkait sejumlah peserta Latsarmil yang meninggal dunia sepekan belakangan. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah meniadakan latihan dasar militer (latsarmil) dalam pendidikan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Berbagai materi terkait dengan teknis dan taktis militer kini dihilangkan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa instansinya sebagai bagian dari panitia seleksi nasional (panselnas) memastikan pelaksanaan pembekalan peserta dalam program tersebut terus dilakukan evaluasi dan penyesuaian.

”Sebagai bagian dari evaluasi tersebut format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai latsarmil tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya. Saat ini kegiatan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial,” kata Rico pada Kamis (2/7).

Menurut jenderal bintang satu TNI AD tersebut, tujuan pendidikan tersebut bukan untuk membentuk peserta menjadi prajurit ataupun Komponen Cadangan (Komcad), melainkan membangun karakter disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, kerja sama serta kesiapan manajerial.

”Dalam penyesuaian ini materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan termasuk kegiatan menembak, taktik regu senapan serta kegiatan taktis dan teknik lainnya,” tegas Rico.

Pihaknya juga memastikan tidak ada lagi latihan fisik dalam konteks latihan militer.

Aktivitas yang dilaksanakan hanya bersifat olahraga ringan untuk menjaga kebugaran seperti senam pagi atau jalan kaki ringan. Itu pun dilakukan dengan tetap menyesuaikan pada kondisi masing-masing peserta.

Aspek kesehatan peserta juga diperkuat melalui pemantauan harian, profiling kesehatan lanjutan, pemeriksaan bagi peserta yang memiliki faktor resiko.

Lalu ada juga penguatan mekanisme pelaporan keluhan dan rujukan medis. Peserta dengan kondisi tertentu diberikan perhatian khusus.

”Agar tidak dibebani aktivitas yang melebihi kemampuan kesehatannya,” ucap dia.

Rico menekankan bahwa prinsip utama dari seluruh penyesuaian tersebut adalah keselamatan dan kesehatan peserta. Namun, esensi pembekalan tetap dijaga.

Yakni untuk membentuk calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin memiliki jiwa kepemimpinan, dan semangat bela negara.

Sebelumnya, 5 peserta meninggal dunia saat menjalani latsarmil. Mereka terdiri atas Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal pada 17 Juni 2026), Anisa Muyassaroh (meninggal pada 18 Juni 2026).

Sedangkan Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal pada 22 Juni 2026), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal pada 26 Juni 2026), dan Nola Dya Sari (meninggal pada 26 Juni 2026).

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra