JawaPos.com – Kader Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah Abdul Rachman Thaha meminta semua pihak tidak ikut menyebarkan berita yang tidak tepat. Dia berharap masyarakat bisa memilah dan memverifikasi informasi agar menerima berita yang sesuai fakta sebenarnya.
Menurut dia, Partai Demokrat menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional. Pihaknya berharap setiap informasi yang beredar telah melalui proses verifikasi yang akurat.
”Saya yakin dan percaya sekelas ketua Umum Partai Demokrat, seorang AHY, tidak pernah mengurus hal-hal seperti itu,” papar abdul Rachman Thaha.
Baca Juga: Kecewa Terhadap Program MBG, Massa Aksi Segel Kantor BGN
Dia menyatakan, Ketua Umum Partai Demokrat tidak mungkin cawe-cawe sampai merekomendasikan kepada pihak BGN terkait program SPPG maupun urusan lain.
”Saya yakini hal tersebut itu tidak ada. Jangan menuduh tanpa bukti dan fakta sehingga jatuhnya fitnah. Saya yakin partai tidak punya kebijakan untuk mengurus MBG, tapi bisa saja oknum anggota, bukan kebijakan partai,” tegas Abdul Rachman Thaha yang juga sekjen Laskar Merah Putih itu.
Nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk ke dalam daftar lebih dari 20 nama yang diduga disebut-sebut mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Hal itu langsung dibantah keras Partai Demokrat.
Baca Juga: Prabowo Genjot Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam Tiga Tahun
Isu itu mencuat setelah beredarnya sebuah unggahan yang memuat daftar nama terkait kasus dugaan korupsi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam unggahan itu tercantum frasa 2 Orang Kolonel usulan AHY.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan, AHY tidak memiliki hubungan apa pun dengan Sony Sonjaya. ”Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan saudara Sony Sonjaya,” kata Herzaky dalam keterangan persnya, Rabu (10/6).
”AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegas dia.
Menurut Herzaky, unggahan yang beredar tidak menjelaskan secara rinci siapa sosok yang dimaksud dengan frasa AHY maupun 2 Orang Kolonel. Namun, jika tudingan tersebut diarahkan kepada AHY, Partai Demokrat memastikan informasi itu tidak berdasar.
”Karena itu, frasa 2 orang Kolonel usulan AHY, jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran,” tandas Herzaky.