← Beranda
BNPP Dorong Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Efektif dan Berdaya Saing
Bintang PradewoRabu, 3 Juni 2026 | 14.34 WIB
Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan (PRKP) resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Bidang Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Negara, Selasa (2/6/2026). (Istimewa)

JawaPos.com - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melalui Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan (PRKP) resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Bidang Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Negara, Selasa (2/6). 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis BNPP RI dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur pusat dan daerah guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan penataan ruang di wilayah perbatasan.

Membuka kegiatan, Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan Perbatasan BNPP RI, Irjen Pol. Edfrie R. Maith menegaskan bahwa Bimtek dirancang sebagai upaya pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas aparatur sipil negara yang menangani penataan ruang kawasan perbatasan. Menurutnya, kualitas kebijakan dan implementasi tata ruang sangat ditentukan oleh kapasitas aparatur yang menjalankannya di lapangan.

Baca Juga: Merayakan Ulang Tahun Debut ke-13, BTS Rilis Vinyl Spesial 'ARIRANG'

"Melalui Bimtek ini, kami mendorong peningkatan kualitas dan efektivitas penataan ruang kawasan perbatasan, baik yang diselenggarakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ujar Irjen Pol. Maith. 

Ia juga mendorong peserta dari daerah untuk aktif berdiskusi dan menyerap pengalaman dari para narasumber agar hasil pembelajaran dapat diimplementasikan secara konkret.

Sementara itu, Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan, Ismawan Harijono menjelaskan bahwa Bimtek diselenggarakan dengan metode blended learning yang mengombinasikan pembelajaran daring dan klasikal. Metode ini dipilih agar proses peningkatan kapasitas berlangsung efektif, adaptif, dan menjangkau kebutuhan peserta dari berbagai daerah.

Ismawan menambahkan, kegiatan ini juga memuat modul pembelajaran terstruktur yang diakhiri dengan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari pengukuran capaian peningkatan kapasitas aparatur.

Baca Juga: KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan, Kerugian Negara Capai Rp 35,7 Miliar

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP), Adriadi Dimastanto menyampaikan bahwa IAP sebagai asosiasi profesional perencana wilayah dan kota memiliki peran penting dalam penyusunan dokumen tata ruang seperti RTRW dan RDTR. 

Ia berharap Bimtek ini dapat memperluas wawasan bersama terkait pendekatan penataan ruang kawasan perbatasan yang berorientasi outward looking dan berdaya saing.

"IAP merasa terhormat dilibatkan dalam kegiatan ini. Kami berharap kolaborasi dengan BNPP RI dapat terus berlanjut, dan IAP siap berperan aktif dalam perencanaan, pemanfaatan, serta pengendalian penataan ruang kawasan perbatasan negara," ungkapnya.

Selain itu, apresiasi terhadap pelaksanaan Bimtek juga disampaikan oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ATR/BPN, Deni Prasetyo yang mewakili Kepala BPSDM ATR/BPN. 

Ia menilai konsistensi BNPP RI dalam menempatkan pengembangan kapasitas SDM sebagai bagian integral pengelolaan kawasan perbatasan merupakan langkah yang sangat krusial.

Menurut Deni, penataan ruang di kawasan perbatasan memiliki konsekuensi strategis yang lebih luas dibanding wilayah lain, karena menyangkut daya saing nasional hingga efektivitas negara dalam menjaga kedaulatan. 

Baca Juga: Dibintangi Zendaya, Ini Penjelasan Akhir Serial Euphoria Musim 3

"Tata ruang di perbatasan bukan sekadar dokumen, melainkan instrumen negara untuk mengelola wilayah dan berbagai kepentingan yang hadir secara bersamaan," jelasnya.

Ia menekankan bahwa tantangan utama saat ini tidak hanya terletak pada regulasi atau dokumen perencanaan, melainkan pada kapasitas aparatur dalam menerjemahkan instrumen tersebut menjadi keputusan yang efektif di lapangan. 

Oleh karena itu, Bimtek ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas perspektif, serta memperkuat jejaring profesional lintas sektor.

EDITOR: Bintang Pradewo