JawaPos.com - Polemik anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar akhirnya terungkap. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan klarifikasi untuk meluruskan simpang siur informasi di media sosial.
Ternyata, anggaran tersebut dialokasikan untuk paket sepatu yang lengkap, bukan hanya satu pasang. Setiap siswa Sekolah Rakyat dipastikan menerima empat jenis sepatu yang berbeda untuk menunjang aktivitas belajar mereka di tahun 2025.
Rincian 4 Jenis Sepatu dan Pagu Anggarannya
Gus Ipul menjelaskan bahwa setiap siswa mendapatkan paket sepatu yang terdiri dari sepatu harian, sepatu olahraga, hingga sepatu lapangan. Hal inilah yang menyebabkan angka anggaran terlihat besar jika hanya dilihat secara sekilas.
"Setiap siswa dapat sepatu olahraga, PDH, PDL, harian. Iya, empat pasang. Jangan salah ya, jadi semua untuk siswa. Ada yang untuk guru juga," ujar Gus Ipul di Kementerian Sosial, Selasa (5/5).
Berikut adalah rincian pagu anggaran per jenis sepatunya:
Daftar Harga Satuan Pengadaan Sepatu
- Sepatu PDL Siswa
Anggaran: Rp 700.000
Realisasi: Rp 640.000
- Sepatu PDH SD
Anggaran: Rp 700.000
Realisasi: Rp 590.000
- Sepatu PDH Guru
Anggaran: Rp 700.000
Realisasi: Rp 625.000
- Sepatu PDH SMP dan SMA
Anggaran: Rp 700.000
Realisasi: Rp 610.000
- Sepatu Harian SMP dan SMA
Anggaran: Rp 500.000
Realisasi: Rp 300.000
- Sepatu Olahraga (Siswa & Guru)
Anggaran: Rp 500.000
Realisasi: Rp 447.000
- Sepatu Harian SD
Anggaran: Rp 500.000
Realisasi: Rp 250.000
- Kaos Kaki
Sudah termasuk dalam paket pengadaan sepatu (tidak ada biaya tambahan terpisah).
Klarifikasi Foto Viral di Media Sosial
Terkait foto yang beredar di media sosial yang memicu dugaan harga mark-up sepatu sekolah rakyat, Gus Ipul menegaskan bahwa foto tersebut bukan berasal dari pengadaan Kemensos. Ia menyebutkan bahwa sepatu dalam foto tersebut adalah bantuan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
"Saya ulang sekali lagi ya, saya juga itu ada di medsos itu foto yang saya memberikan sepatu bersama Ibu Khofifah. Itu sepatu yang diberikan oleh Bu Khofifah, bukan oleh Kementerian Sosial," tegasnya.
ia juga menambahkan perbedaan mencolok antara bantuan tersebut dengan standar resmi pemerintah. "Iya beda jauh! Bukan standar dari sekolah rakyat, itu pemberian khusus dari Gubernur Jawa Timur," tambahnya lagi.
Kualitas Lokal dengan Standar Ketat
Baca Juga: Usai Bertemu Menperin, Menkeu Purbaya Akui Siap Guyur Subsidi 100 Ribu Unit Mobil dan Motor Listrik
Kemensos memastikan bahwa seluruh pengadaan ini mengutamakan produk dalam negeri melalui aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 70 persen. Hal ini dilakukan sebagai bentuk afirmasi terhadap industri lokal.
Terkait isu miring mengenai "kongkalikong" anggaran, Gus Ipul menjamin proses pengadaan didampingi oleh Kejaksaan Agung dan Polri agar tetap transparan dan akuntabel.
"Saya sampaikan sejak awal sudah bukan waktunya lagi otak-atik anggaran kementerian. Sudah bukan waktunya lagi korupsi, sudah bukan waktunya lagi kongkalikong. Tidak waktunya lagi sekarang ini kita melakukan penyimpangan, karena pasti akan ketahuan tinggal tunggu waktu," tegas Gus Ipul.