← Beranda
Persaingan Ritel Berubah, Brand Lokal Mulai Tekan Pemain Global
Taufiq ArdyansyahJumat, 1 Mei 2026 | 23.52 WIB
Dengan karakter geografis Indonesia yang luas, brand lokal dinilai lebih memahami cara menjangkau konsumen secara merata. (Dok. Jete)

JawaPos.com — Dinamika persaingan industri ritel di Indonesia semakin mengalami pergeseran. Dominasi brand global yang selama ini melekat dengan kekuatan pasar kini mulai diimbangi oleh kehadiran brand lokal yang lebih adaptif dan mampu menjawab kebutuhan konsumen secara lebih relevan.

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) JETE, Jhonny Thio Doran, menilai perubahan ini menjadi momentum bagi brand lokal untuk naik kelas. Menurutnya, konsumen saat ini semakin rasional dalam memilih produk, sehingga brand yang mampu memahami kebutuhan pasar dengan cepat justru memiliki keunggulan.

“Brand besar global kini belum tentu menang. Yang lebih penting adalah relevansi dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Salah satu faktor utama adalah distribusi. Dengan karakter geografis Indonesia yang luas, brand lokal dinilai lebih memahami cara menjangkau konsumen secara merata. Melalui penguatan jaringan ritel dan distribusi, produk dapat diakses lebih mudah hingga ke berbagai daerah.

Selain itu, keberadaan toko fisik juga memberikan rasa aman bagi konsumen. Mereka mengetahui tempat yang bisa dituju jika membutuhkan produk maupun layanan purna jual.

JETE sendiri terus memperluas jaringan gerai ke berbagai kota. Langkah ini dilakukan agar produk semakin dekat dengan konsumen sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih optimal.

“Brand yang sering hadir di kehidupan konsumen akan lebih mudah diingat dan dipilih,” tambah Jhonny.

Tak hanya distribusi, kedekatan dengan konsumen juga menjadi kunci. Brand lokal kini tidak hanya berperan sebagai penjual, tetapi juga aktif membangun keterlibatan melalui berbagai aktivitas yang relevan.

Salah satunya dilakukan JETE melalui kegiatan berbasis komunitas seperti JETE RUN yang melibatkan ribuan peserta. Aktivitas ini dinilai efektif untuk meningkatkan awareness sekaligus membangun interaksi langsung dengan konsumen.

Pendekatan tersebut membuat hubungan yang terbentuk tidak lagi sekadar transaksi. Konsumen mulai memiliki kedekatan emosional dengan brand yang pada akhirnya berdampak pada loyalitas jangka panjang.

“Kalau konsumen sudah merasa menjadi bagian dari brand, mereka akan ikut mendukung pertumbuhan brand tersebut,” jelasnya.

Dari sisi produk, perubahan perilaku konsumen juga mendorong pergeseran pola persaingan. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga value yang ditawarkan.

Brand lokal memiliki keunggulan karena lebih memahami kebutuhan tersebut. Produk yang dihadirkan tidak hanya fungsional, tetapi juga relevan dengan gaya hidup masyarakat.

Di sisi lain, layanan purna jual menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan. JETE memperkuat hal ini melalui layanan pelanggan 24 jam serta kemudahan klaim garansi di berbagai kota.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga hubungan jangka panjang sekaligus memperkuat reputasi brand di mata konsumen.

Keunggulan lain brand lokal terletak pada kemampuan beradaptasi. Struktur organisasi yang lebih fleksibel membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, sehingga respons terhadap perubahan tren bisa dilakukan secara tepat waktu.

Meski demikian, Jhonny menekankan bahwa kecepatan harus diimbangi dengan evaluasi agar strategi yang dijalankan tetap efektif.

“Bukan hanya cepat, tapi bagaimana kita belajar dari setiap langkah untuk terus menyesuaikan diri dengan kondisi pasar,” katanya.

Dinamika persaingan industri ritel di Indonesia semakin mengalami pergeseran. Dominasi brand global yang selama ini melekat dengan kekuatan pasar kini mulai diimbangi oleh kehadiran brand lokal yang lebih adaptif dan mampu menjawab kebutuhan konsumen secara lebih relevan. (Dok. Jete)
Dinamika persaingan industri ritel di Indonesia semakin mengalami pergeseran. Dominasi brand global yang selama ini melekat dengan kekuatan pasar kini mulai diimbangi oleh kehadiran brand lokal yang lebih adaptif dan mampu menjawab kebutuhan konsumen secara lebih relevan. (Dok. Jete)
 
Dengan posisi yang semakin kuat di dalam negeri, peluang brand lokal untuk menembus pasar global pun semakin terbuka.
Namun, hal tersebut tetap membutuhkan persiapan matang, terutama dalam hal sistem dan pemahaman pasar.

“Kalau sudah kuat di dalam negeri, kita akan lebih siap bersaing di tingkat global. Produk brand lokal saat ini juga tidak kalah dari sisi kualitas,” pungkasnya.

EDITOR: Hendra