← Beranda
Gunakan Metode TAA, Korlantas Polri Olah TKP Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Syahrul YunizarRabu, 29 April 2026 | 21.29 WIB
Korlantas Polri gunakan metode TAA olah TKP kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram @NTMC Korlantas Polri)

JawaPos.com - Sebagai bagian dari penyelidikan dan penyidikan kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4), Korlantas Polri telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Untuk mendapatkan data yang valid, Korlantas turut menggunakan metode Traffic Accidents Analysis atau TAA.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe mengungkapkan bahwa kecelakaan kereta yang merenggut 16 nyawa tersebut diawali insiden pertama. Yakni kecelakaan antara KRL dengan taksi listrik Green SM di atas perlintasan sebidang Ampera.

”Kecelakaan itu diakibatkan korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Dimana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera,” ungkap Kompol Sandhi dikutip pada Rabu (29/4).

Baca Juga: JKN Ringankan Beban Pasien Gagal Ginjal, Lugimen Jalani Cuci Darah Rutin Tanpa Biaya

Akibatnya temperan tidak terhindarkan. Kecelakaan terjadi hingga taksi listrik tersebut terseret cukup jauh. Insiden itu pun mengganggu operasional KRL dan kereta api jarak jauh. Tidak lama setelah insiden itu, kecelakaan maut yang menyebabkan 16 korban meninggal dunia pun terjadi.

Dalam proses penyelidikan kecelakaan itu, Korlantas Polri mengerahkan TAA untuk merekonstruksi kejadian secara akurat. Total ada 2 jenis TAA yang dikerahkan. Yakni TAA statis berupa kamera lidar yang mampu merekam lingkungan sekitar secara 360 derajat dan TAA portable dengan tampilan helicopter view.

”Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat proses penyidikan sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk operator kereta, guna meningkatkan sistem keselamatan dan informasi di lapangan,” ungkap Korlantas Polri dalam unggahan pada akun media sosial resminya hari ini.

Diberitakan sebelumnya, untuk mengungkap penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4), Polda Metro Jaya bakal memeriksa sopir taksi listrik SM Green dan masinis Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Polisi berniat mendalami potensi masalah sistem dan human error atau kelalaian petugas.

Baca Juga: Ramalan Kesehatan Zodiak Besok Kamis 30 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo dan Virgo

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan hal itu. Menurut dia semua dugaan penyebab terjadinya kecelakaan terus didalami oleh polisi. Termasuk kemungkinan faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

”Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ucap dia.

Tidak itu, pemeriksaan juga dilakukan secara menyeluruh. Termasuk pemeriksaan saksi-saksi yang berada di atas KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Demikian pula sopir taksi listrik SM Green, polisi akan memeriksa sopir tersebut karena kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur tidak lepas dari kecelakaan taksi tersebut.

”Pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut,” kata Budi.

Berdasar hasil penyelidikan sejauh ini, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kecelakaan itu bermula dari taksi listrik yang mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu terjadinya insiden tabrakan kereta.

EDITOR: Bintang Pradewo