JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto tidak sendirian mengantarkan jenazah 3 prajurit TNI yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
Tampak hadir secara langsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Beberapa pejabat lain juga terlihat mendampingi Presiden Prabowo. Di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Ada pula Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus, dan para pejabat TNI-Polri.
Sesuai rencana, jenazah ketiga prajurit TNI itu akan diterbangkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke kampung halaman masing-masing.
Ketiga jenazah itu diterbangkan menggunakan pesawat militer milik TNI AU ke kampung halaman.
Rencananya Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dimakamkan di Bandung, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan di Magelang, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Kulon Progo.
Sebelum tiba di Indonesia hari ini, kemarin (3/4) UNIFIL memberi penghormatan terakhir melalui Upacara Memorial Service di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut.
Penghormatan terakhir itu diberikan sebelum ketiga jenazah tersebut diterbangkan dari Lebanon ke Indonesia.
Baca Juga: Area Kedatangan Tiga Jenazah TNI di Bandara Soetta Diperketat
Melalui keterangan resmi, Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa upacara penghormatan ditujukan kepada Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
”Upacara yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, pukul 16.00 waktu setempat tersebut dipimpin langsung oleh Force Commander atau Head of Mission UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, serta dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon beserta jajaran KBRI,” terang dia.
Prosesi upacara militer itu dilaksanakan secara lengkap. Diawali dengan pembukaan, penghantaran peti jenazah ke area upacara, pembacaan riwayat singkat, doa, hingga penganugerahan medali kehormatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon secara anumerta.
”Rangkaian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh pejabat UNIFIL, perwakilan Indonesia, dan militer Lebanon, amanat pejabat, penghormatan militer, mengheningkan cipta, serta pengantaran kembali jenazah,” jelasnya.
Sebagai bentuk penghormatan tambahan, force commander UNIFIL secara simbolis menyematkan scarf PBB pada peti jenazah serta menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada seluruh kontingen Indonesia yang hadir.
Upacara juga melibatkan unsur pasukan gabungan. ”Termasuk satu satuan setingkat peleton infanteri dan polisi militer Lebanon, unsur korsik, serta pasukan Kontingen Garuda,” kata Aulia.
Dalam pernyataan yang sama, lanjut jenderal bintang dua TNI AD tersebut, UNIFIL menyampaikan penghargaan atas dedikasi ketiga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan.
PBB menegaskan kembali pentingnya perlindungan pasukan penjaga perdamaian.
”Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Dewan Keamanan PBB menegaskan pentingnya perlindungan terhadap seluruh personel penjaga perdamaian. UNIFIL juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga, rekan, serta seluruh prajurit yang terdampak,” pungkasnya.