← Beranda
IAS Support Integrasikan 4.441 Tenaga Alih Daya Angkasa Pura, Perkuat Layanan Bandara
Nanda PrayogaJumat, 3 April 2026 | 00.54 WIB
Proses transisi telah dilakukan secara bertahap sejak Februari 2026 melalui tiga fase utama, yakni perencanaan, konsolidasi, dan implementasi. (Istimewa)

JawaPos.com - PT IAS Support Indonesia resmi mengintegrasikan sebanyak 4.441 tenaga alih daya dari PT Angkasa Pura Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari penataan portofolio Operation Support dalam ekosistem IAS Group.

Integrasi tersebut menandai transformasi identitas menjadi “IAS Support People” yang lebih terstruktur, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.

Proses transisi telah dilakukan secara bertahap sejak Februari 2026 melalui tiga fase utama, yakni perencanaan, konsolidasi, dan implementasi. Perusahaan juga melakukan pemetaan kebutuhan operasional serta penyiapan struktur kerja di seluruh titik layanan untuk memastikan proses berjalan lancar.

Sebagai bagian dari komitmen transparansi, IAS Support menggelar sosialisasi kepada tenaga alih daya di 15 cabang pada 8–13 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan manajemen pusat hingga area operasional.

Per 1 April 2026, sebanyak 4.441 tenaga kerja resmi bergabung, terdiri dari 3.534 laki-laki (80 persen) dan 907 perempuan (20 persen). Rentang usia tenaga kerja berada antara 19 hingga 56 tahun, dengan dominasi usia produktif.

Dengan tambahan tersebut, total sumber daya manusia IAS Support Indonesia kini mencapai 17.703 personel yang tersebar di berbagai wilayah strategis.

Baca Juga: Bertemu Dirut Angkasa Pura dan Garuda Indonesia, Anggota DPR Kawendra Minta Bandara di Jember Segera Diaktifkan Lagi

Direktur Utama IAS Support Indonesia Muhammad Putra Pariadi menyampaikan bahwa keberhasilan integrasi tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga komitmen seluruh individu.

“Hari ini adalah awal perjalanan baru. IAS Support Indonesia tidak hanya menerima rekan-rekan sebagai tenaga kerja, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang akan tumbuh bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Human Capital PT Integrasi Aviasi Solusi, Israwadi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan.

“Integrasi tenaga alih daya ini memperkuat ekosistem layanan IAS Group dan menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan industri aviasi yang dinamis,” katanya.

IAS Support juga memastikan transisi berjalan tanpa gangguan operasional (zero disruption) melalui penguatan sistem SDM, pelaporan operasional, serta mekanisme pengawasan layanan.

Langkah ini diperkuat melalui empat pilar utama, yakni keterlibatan direksi, dukungan stakeholder strategis, penyatuan identitas, serta deklarasi komitmen bersama sebagai IAS Support People.

Sebagai entitas strategis dalam IAS Group, IAS Support Indonesia berkomitmen menghadirkan layanan terbaik bagi industri kebandarudaraan nasional.

EDITOR: Edy Pramana