Ia menjadi korban serangan artileri dalam tugasnya bersama Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
Kabar duka ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, sang adik, Moh. Fitra Abdul Aziz, membagikan pesan perpisahan yang menyayat hati.
"Inilah yg ditakutkan keluarga, cuma bisa berharap berita ini cuma mimpi ya Allah, Al-fatihah," tulis sang adik dalam story Instagram-nya.
Kehilangan sosok kakak yang menjadi kebanggaan keluarga tentu bukan hal mudah. Fitra mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi sang kakak yang setia pada negara hingga napas terakhir.
"Tunai sudah janji baktimu mas, Saptamarga dan Sumpah Prajurit telah kau penuhi hingga napas terakhir, kau gugur sebagai patriot sejati. Selamat jalan, Pahlawan Bangsa," ungkap Fitra dalam unggahan lainnya.
Praka Farizal sendiri bukanlah prajurit sembarangan. Pemuda kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998 ini dikenal sebagai prajurit berprestasi.
Ia tercatat telah meraih dua bintang jasa, yakni Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun.
Kronologi Serangan Artileri di Lebanon
Insiden maut tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon.
Pos jaga Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di dekat Adchit Al Qusayr terkena serangan artileri di tengah meningkatnya tensi konflik di wilayah tersebut.
Baca Juga: Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Komisi I DPR Minta Pemerintah Evaluasi hingga Kemungkinan Penarikan
Pihak Kementerian Pertahanan RI melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, telah mengonfirmasi jatuhnya korban dalam insiden ini.
"Kami mengonfirmasi adanya terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Rico, Senin (30/3).
Indonesia Kutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan PBB
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri tidak tinggal diam. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan duka mendalam sekaligus protes keras atas serangan yang mengenai posisi kontingen Indonesia.
"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," tegas Yvonne.
Kepergian Praka Farizal meninggalkan duka yang luar biasa bagi istri dan seorang anak perempuannya yang masih berusia dua tahun di Bireun, Aceh.
Baca Juga: Identitas Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dikabarkan Berpangkat Praka Asal Kulon Progo Jogjakarta
Selamat jalan, Praka Farizal Rhomadhon. Jasamu bagi perdamaian dunia akan selalu dikenang.