← Beranda
Pesan Terakhir Praka Farizal sebelum Gugur di Lebanon: Minta Doa Selamat agar Bisa Pulang ke Indonesia
Ryandi ZahdomoSenin, 30 Maret 2026 | 23.13 WIB
Praka Farizal Rhomadhon. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Kabar duka menyelimuti dunia militer Indonesia. Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI dari Yonif 113/Jaya Sakti yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon, gugur akibat serangan artileri Israel pada Minggu (29/3).

Kepulangan Praka Farizal yang seharusnya terjadi pada Mei mendatang kini berubah menjadi kepulangan dalam peti jenazah. Kepergian sosok prajurit pilihan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang sama sekali tidak memiliki firasat buruk sebelumnya.

 

Permintaan Terakhir: Doa Selamat untuk Pulang ke Indonesia

Sebelum berangkat menjalankan tugas negara di Lebanon Selatan, Praka Farizal sempat berpamitan kepada keluarga besarnya. Tidak ada pesan yang janggal, ia hanya memohon restu agar tugasnya berjalan lancar.

Sang adik, Moh. Fitra Abdul Aziz, mengenang momen terakhir saat kakaknya berpamitan. Baginya, Farizal hanya ingin kembali ke tanah air dengan selamat setelah masa tugasnya usai.

"Kalau pribadi ke saya nggak ada (pesan khusus) mungkin ke istrinya, tapi sebelum berangkat pastinya berpamitan kepada keluarga minta doa semoga selama tugas di pasukan UNFIL diberi kelancaran, keselamatan, bisa balik ke Indonesia lagi, dan kabarnya bulan Mei ini kalau ngga diperpanjang akan pulang ke Indonesia," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (30/3).

 

Tanpa Firasat, Keluarga Terkejut Terima Kabar Duka

Kepergian Praka Farizal terasa sangat mendadak bagi keluarga. Hingga detik-detik sebelum kabar duka tersebut sampai ke telinga mereka, tidak ada tanda-tanda atau firasat yang dirasakan oleh orang-orang terdekatnya.

Fitra mengaku keluarga sangat terpukul karena mereka sedang menanti kepulangan Farizal yang tinggal menghitung bulan.

"Setahu saya kami keluarga nggak ada firasat apapun, tiba-tiba aja pagi hari dapat kabar duka," katanya.

 

Sosok Prajurit Berprestasi dengan Dua Bintang Jasa

Praka Farizal Rhomadhon bukan prajurit sembarangan. Lahir di Kulon Progo pada 1998, ia dikenal sebagai prajurit pilihan yang telah mengabdi dengan dedikasi tinggi.

Sepanjang kariernya, ia telah meraih dua penghargaan bergengsi, yakni Satyalancana (SL) Dharma Nusa dan SL Kesetiaan VIII Tahun. Farizal meninggalkan seorang istri dan seorang putri kecil berusia dua tahun yang saat ini menetap di rumah dinas di Bireun, Aceh.

 

Kronologi Insiden Serangan Artileri di Lebanon

Insiden tragis ini terjadi di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusyar, Lebanon Selatan, sekitar pukul 20.44 waktu setempat. Serangan artileri tidak langsung yang diduga berasal dari Israel Defence Forces (IDF) mengenai posisi kontingen Indonesia.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi kabar tersebut sembari menyampaikan duka mendalam dari Pemerintah Indonesia.

"Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr," ucap Yvonne.

Baca Juga: Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Komisi I DPR Minta Pemerintah Evaluasi hingga Kemungkinan Penarikan

Indonesia mengecam keras insiden ini dan mendesak adanya penyelidikan transparan atas serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian dunia. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan