JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta pemerintah bersama TNI perlu mempertimbangkan evaluasi hingga kemungkinan penarikan prajurit dari Lebanon. Usulan ini muncul setelah seorang prajurit TNI gugur akibat serangan Israel.
Dave menegaskan, pemerintah harus meninjau kembali keberadaan pasukan TNI di wilayah tersebut. Ia mengingatkan, misi perdamaian tidak justru menempatkan prajurit dalam risiko tinggi di tengah konflik yang masih berlangsung.
“Fungsi kita adalah menjaga perdamaian. Namun, kondisi di sana saat ini justru menunjukkan adanya pertempuran. Dalam situasi seperti itu, misi tidak dapat dijalankan secara optimal,” kata Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Menurutnya, peristiwa ini perlu menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap peran dan fungsi prajurit TNI di kawasan konflik. Ia menegaskan, eskalasi kekerasan yang terjadi berpotensi membahayakan keselamatan pasukan perdamaian.
Dave juga mengungkapkan, insiden serangan sebelumnya sempat terjadi, namun tidak menimbulkan korban serius. Kali ini, serangan tersebut telah menelan korban jiwa.
“Sebelumnya sudah pernah terkena serangan, tetapi tidak ada korban serius. Kini, sudah ada korban yang fatal,” bebernya.
Ia menambahkan, negara lain seperti Italia yang turut mengirim pasukan ke wilayah tersebut juga mulai mempertimbangkan penarikan pasukannya. Karena itu, Indonesia dinilai perlu mengambil sikap yang tepat demi melindungi prajuritnya.
Meski demikian, Dave menyerahkan keputusan akhir kepada pemerintah yang memiliki informasi lengkap terkait kondisi di lapangan.
“Kita serahkan kepada pemerintah yang mengetahui secara detail situasinya. Kita di DPR hanya memantau perkembangan dari informasi yang ada,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, seorang prajurit TNI yang gugur itu yakni Praka Farizal Rhomadhon (FR). Dia berasal dari kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM.
Praka FR lahir di Kulon Progo, Jogjakarta, pada 3 Januari 1998. FR meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan berusia dua tahun.
Bahkan, Praka FR pernah meraih dua bintang jasa, yakni SL Dharma Nusa dan SL Kesetiaan VIII Tahun.
Praka FR gugur pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon, atau pukul Senin 30 Maret 2026 pukul 01.40 WIB. Dia gugur di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusyar, Lebanon Selatan. Praka FR diduga terkena serangan artileri Israel Defence Forces (IDF).