← Beranda
Pergerakan Mudik Mulai Terlihat di Merak–Bakauheni, Pemerintah Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Pemudik
Rian AlfiantoSabtu, 14 Maret 2026 | 15.22 WIB
Persiapan menerima pemudik di Pelabuhan Merak, Jumat (13/3). (Istimewa).

 

JawaPos.com - Pergerakan awal pemudik di jalur penyeberangan laut mulai terlihat menjelang Lebaran 2026. Data posko menunjukkan aktivitas penyeberangan di lintasan Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni sudah berjalan, meski jumlah penumpang dan kendaraan pada periode awal masih relatif terkendali.

Berdasarkan data Posko Merak pada H-9 Lebaran, tercatat 254 perjalanan kapal beroperasi dalam 24 jam. Sebanyak 41.171 penumpang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera.b

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 51.073 penumpang. Untuk kendaraan, tercatat 1.152 sepeda motor dan 4.364 mobil pribadi yang menyeberang melalui jalur ini.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas mencapai 10.117 unit atau turun sekitar 18,1 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 12.347 unit.

Baca Juga: Potensi Kuliner IKN Mulai Dilirik, Kebutuhan Tempat Makan ASN Masih Terbatas 

Jika dihitung secara kumulatif sejak H-10 hingga H-9, total penumpang yang telah menyeberang mencapai 75.914 orang dengan jumlah kendaraan sebanyak 18.911 unit.

Arus Balik Awal dari Sumatera

Sementara itu, dari arah sebaliknya melalui Pelabuhan Bakauheni, aktivitas penyeberangan juga sudah mulai terlihat.

Data posko mencatat terdapat 123 perjalanan kapal pada periode yang sama dengan total 35.251 penumpang menyeberang menuju Pulau Jawa.

Jumlah kendaraan yang melintas dari Sumatera ke Jawa mencapai 8.220 unit. Menariknya, kendaraan logistik seperti truk justru mengalami peningkatan cukup signifikan, yakni 4.425 unit atau naik sekitar 25,6 persen dibandingkan tahun lalu.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-9, jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa tercatat 60.558 orang dengan total kendaraan 14.369 unit.

Pemerintah Siapkan Antisipasi Lonjakan

Meski pergerakan awal masih relatif landai, pemerintah memastikan berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan pemudik dalam beberapa hari ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan pemerintah telah memetakan potensi pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026.

Menurutnya, jadwal libur Lebaran yang cukup panjang diharapkan dapat membantu mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat sehingga kepadatan tidak terpusat pada satu waktu.

Baca Juga: Resep Telur Buncis Oseng Bawang, Cocok untuk Anak Kos yang Gak Suka Ribet!

“Masyarakat diimbau mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan mudik berlangsung lancar, aman, dan nyaman,” kata Pratikno di Pelabuhan Merak, Jumat (13/3).

Dalam kunjungan koordinasi di Merak, turut hadir Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto.

Bufferzone Disiapkan untuk Atur Arus Kendaraan

Sebagai operator penyeberangan, ASDP Indonesia Ferry menyiapkan berbagai strategi untuk mengatur arus kendaraan menuju pelabuhan.

Salah satunya melalui penerapan delaying system atau sistem penundaan kendaraan di sejumlah titik penyangga sebelum pelabuhan. Kendaraan akan diarahkan berhenti sementara di rest area maupun bufferzone hingga jadwal masuk pelabuhan.

Skema ini diterapkan di beberapa lokasi seperti rest area KM43 dan KM68 di jalur menuju Merak serta sejumlah titik bufferzone di jalur menuju Bakauheni.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah penumpukan kendaraan di dalam kawasan pelabuhan saat arus mudik mencapai puncaknya.

Tiket Penyeberangan Wajib Online

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket penyeberangan lebih awal melalui aplikasi Ferizy.

Melalui sistem ini, tiket dapat dipesan hingga 60 hari sebelum keberangkatan dan dikirim dalam bentuk tiket elektronik melalui email maupun WhatsApp.

“Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Masyarakat diharapkan sudah memiliki tiket minimal H-1 sebelum keberangkatan agar perjalanan lebih lancar,” ujar Heru.

Dengan kesiapan operasional, dukungan sistem tiket digital, serta pengaturan arus kendaraan melalui bufferzone, pemerintah berharap jalur penyeberangan Merak–Bakauheni tetap mampu menampung lonjakan pemudik dan menjaga kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan