← Beranda
Gempa Megathrust Terjadi? Simak Tindakan Penting agar Tetap Selamat Tanpa Panik untuk Mencegah Cedera dan Luka Serius
Shania Vivi Armylia PutriSabtu, 7 Februari 2026 | 03.34 WIB
Ilustrasi dampak gempa megathrust terhadap bangunan/freepik

JawaPos.com - Belakangan ini gempa bumi kerap terjadi di Indonesia. Salah satunya gempa yang mengguncang Pacitan Jawa Timur dengan kekuatan mencapai  6,5 skala richter.

Gempa terjadi dalam pada magnitudo 6,5 skala richter, kemudian disusul gempa kedua berkekuatan 6,4 skala richter.

Menurut laporan dari /www.jawapos.com gempa yang terjadi pada pukul 01.06 dini hari tersebut berpusat di dasar laut dan getarannya terasa sampai Yogyakarta, Solo, Blitar, Malang, dan Semarang.

Berdasarkan laporan lebih lanjut dari laman /www.jawapos.com peristiwa tersebut menimbulkan luka-luka, dengan sedikitnya tujuh masyarakat yang terdampak.

Baca Juga: Penyuka Mobil Sport, Toyota Luncurkan New GR Corolla di IIMS 2026

Selanjutnya, dampak dari gempa tersebut menyebabkan, sejumlah bangunan rumah dan sekolah juga mengalami kerusakan. Fasilitas umum yang terdampak mengganggu proses belajar mengajar.

Sementara rumah warga mengalami kerusakan parah pada genteng dan tembok. Kerugian material juga tentu dirasakan oleh masyarakat dan wilayah yang terdampak.

Kekuatan gempa yang cukup besar berpotensi menyebabkan luka-luka dan cedera terutama pada proses penyelamatan diri.

Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat masih panik dan belum mengetahui langkah perlindungan yang tepat saat gempa berlangsung

Baca Juga: Cerdas Tapi Canggung Sosial ? Ini 4 Perilaku Diam-Diam yang Sering Terjadi Menurut Psikologi

Oleh karena itu, berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan pada masyarakat di titik rawan gempa, supaya bisa selamat dan terhindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan.

Melansir informasi dari laman www.bmkg.go.id dan aaji.or.id berikut adalah tips supaya anda selamat saat terjadi guncangan gempa. 

  1. Sesuaikan perlindungan diri sesuai lokasi anda

Melindungi diri sendiri saat gempa terjadi sangatlah penting. Tindakan yang perlu diambil harus disesuaikan dengan posisi dan lokasi anda.

Baik ketika anda berada di dalam bangunan, area terbuka dengan banyak bangunan, saat sedang mengendarai mobil, berada di pantai, maupun di wilayah pegunungan. Berikut langkah-langkah yang perlu anda lakukan.

Baca Juga: Kemensos Aktifkan Kembali BPJS PBI Khusus Pasien Cuci Darah

  • Di dalam bangunan: 

Saat berada di dalam bangunan terapkan prinsip drop, cover, and hold on. yaitu lindungi diri anda di bawah meja , sudut ruangan, ataupun kusen yang solid.  Lindungi kepala dengan menggunakan helm, bantal, tas tebal, atau tangan. Setelah guncangan mereda, dan kondisi memungkinkan segera keluar menuju tempat yang lebih aman. 

  • Area luar

Apabila anda berada di luar ruangan, hindari bangunan sekitar seperti gedung, tiang listrik, dan pepohonan. Perhatikan pula pijakan kaki anda. Jangan sampai menapak pada retakan tanah.

  • Mengendarai mobil

Saat anda merasakan guncangan gempa di dalam mobil, segeralah keluar dan jauhi mobil anda. Selalu perhatikan tempat anda berpijak agar tidak berada pada retakan tanah. 

  • Di Pantai

Saat berada di pantai, anda perlu lebih waspada, dengan segera lari menjauhi area pantai, guna mencegah ancaman bencana tsunami.

  • Area pegunungan

Saat terjadi gempa dan anda berada di pegunungan, perhatikan sekitar anda dan jauhkan diri dari tanah tinggi yang berpotensi dapat mengakibatkan longsor.

  1. Jauhi benda mudah pecah

Saat keluar ruangan tetap lindungi kepala anda agar terhindar dari runtuhan bangunan atau pecahan kaca.

Segeralah menuju lapangan terbuka dan jauhkan diri anda dari kaca, jendala, pintu, dinding, dan lampu.

  1. Hindari penggunaan  lift

Saat berada di dalam bangunan hindari keluar menggunakan lift. Sebaiknya gunakan tangga darurat untuk keluar. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya resiko konsleting listrik saat gempa serta kemungkinan runtuhnya bangunan akibat guncangan kuat, termasuk gempa megathrust.

  1. Tetap tenang, jangan lari panik

Tetaplah tenang dan jangan panik untuk berlari. Jika berada di gedung tinggi, berlindunglah dibawah meja yang kokoh lebih aman dibandingkan berlari tergesa-gesa.

Kepanikan saat menuruni tangga bersama-sama justru dapat meningkatkan risiko tinggi kecelakaan. 

  1. Jangan masuk bangunan rawan runtuh

Jika anda melihat potensi kerusakan pada bangunan seperti saat terjadi genting yang pecah, tembok yang retak, atau bangunan yang berserakan.

Jangan masuk ke bangunan tersebut setelah gempa, karena bisa terjadi gempa susulan. Tunggu sampai situasi benar-benar aman dan selalu pantau info terkini gempa dari BMKG.

  1. Update info gempa terkini

Penting untuk selalu update informasi gempa terkini, bisa melalui siaran radio, update BMKG di sosial media seperti twitter, ataupun aplikasi. Jangan mempercayai berita dan informasi yang belum jelas sumbernya.

  1. Hindari area pusat gempa

Setelah gempa megathrust mengguncang, masa ada kemungkinan besar gempa susulan terjadi. Anda perlu mewaspadai daerah pusat gempa dengan tidak mendekati titik pusat gempa, karena kemungkinan bisa menyebabkan retakan tanah atau kejadian yang tidak diinginkan lainnya.

  1. Tetap berdoa kepada Tuhan 

Setelah gempa selesai, panjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa diberi keselamatan dan tanpa korban jiwa. Karena sejatinya alam dan seluruh isinya adalah milik Tuhan, dan hanya Dialah yang bisa mengendalikan semua keadaannya.

EDITOR: Hanny Suwindari