JawaPos.com - Hingga Jumat (10/10) pukul 19.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 50 jenazah korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.
"Sampai dengan hari ini, Jumat (10/10) tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 50 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima (oleh DVI Polda Jatim di RS Bhayangkara)," tutur Kombes Pol Khusnan, Jumat (10/10).
Ia menerangkan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Berikut daftar 50 korban tragedi Ponpes Al Khoziny yang berhasil teridentifikasi, data per Jumat (10/10):
1. Maulana Alfan Ibrahimavic, 15 tahun, warga Bangkalan yang berdomisili di Pabean Cantikan, Surabaya. Ditemukan Senin (29/9)
2. Mochammad Mashudulhaq, 14 tahun, warga Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya. Ditemukan Selasa (30/9)
3. Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Ditemukan Selasa (30/9)
4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, 17 tahun, warga Putat Jaya, Surabaya. Ditemukan Rabu (1/10)
5. Moch Agus Ubaidillah, 14 tahun, warga Gresik Gadukan, Morokrembangan, Surabaya. Ditemukan Rabu (1/10)
6. Firman Nur, 16 tahun, warga Tembok Lor, Surabaya.
7. Mohammad Azka Ibadurrahman, 13 tahun, warga Jalan Randu Indah, Kenjeran, Surabaya.
8. Daul Milal, 15 tahun, warga Sidokapasan, Surabaya.
9. Nurudin, 13 tahun, warga Karang Gayam, Blegah, Madura.
10. Ahmad Rijalul Haq, 16 tahun, warga jalan Dapuan Baru, Surabaya.
11. Moh. Royhan Mustofa, laki-laki, 17 tahun, warga Jalan KH Syadhali Makhdi RT 1/ RW 2, Kelurahan Banyuayuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan.
12. Abdul Fattah, laki-laki, 18 tahun, warga Asem Manunggal.
13. Wasiur Rohib, laki-laki, 17 tahun, Warga Jalan Gayungan 8 Gang Mawar 14/B Surabaya.
14. Mohammad Aziz Pratama Yudistira, laki-laki, 16 tahun, warga KP. Pulo Kapuk Mekar Mukti Cikarang Utara, Bekasi.
15. Moh. Dafin, laki-laki, 13 tahun, warga Jalan Banowati Selatan II/20 RT 7/ RW 1 Bulu Lor, Semarang.
16. M. Ali Rahbini, laki-laki, 19 tahun, warga Dusun Plasah, Birem, Tambelang, Sampang.
17. Sulaiman Hadi, laki-laki, 15 tahun, warga Morleke, Kolla Madung, Bangkalan.
18. Muhammad Ahmad Fahmi, laki-laki, 15 tahun, warga Kampung Karanganyar RT 004/ RW 009, Banyuwajuh, Kamal, Bangkalan.
19. Muhammad Reza Shafi’i Akbar, laki-laki, 14 tahun, warga Brogol Kauman 2-98 RT 003/ RW 014, Penelengan, Kota Surabaya.
20. Habibuddin Yarkasih, laki-laki, 13 tahun, warga Balongsari Taman 8A-6 RT 004/RW 005, Balongsari, Tandes, Surabaya.
21. Muhammad Rizki Maulana Syakutra, laki-laki, 16 tahun, warga Wadungasih RT 10/ RW 3, Buduran, Sidoarjo.
22. Muhammad Ubaidillah, laki-laki, 17 tahun, warga Dusun Baruan, Karangpote, Blega, Bangkalan.
23. Bintiawan Narendra Sugiarto, laki-laki, 16 tahun, warga Manyung Tengah RT 2/ RW 3, Manyung, Babat, Lamongan.
24. Muhammad Ali Sirojudin, laki-laki, 13 tahun, warga Dupak Rukun II No.111 RT 12/ RW 02, Dupak, Krembangan, Surabaya.
25. Muhammad Azam Habibi, laki-laki, 14 tahun, warga Sidotopo Jaya Gang Lebar 37/2, Sidotopo, Semampir, Surabaya.
26. M. Maulidi Asami Kamil, laki-laki, 16 tahun, warga Dusun Kebunsari, Karanggayam, Blega, Bangkalan.
27. Ahmad Fatoni Abil Falah, laki-laki, 17 tahun, warga Dusun Sodim RT 2/ RW 5, Tanggunggunung, Tanjungbumi, Bangkalan.
28. M. Azzan Albi Alfa Iman, laki-laki, 17 tahun, warga Dusun Kebunsari, Karanggayam, Blega, Bangkalan.
29. Khoirul Muttaqin, laki-laki, 18 tahun, warga Jalan KH. Hasyim Asy’ari Gang Dua RT 1/ RW 8, Banjar Melati, Mojoroto, Kota Kediri.
30. Farhan, laki-laki, 17 tahun, warga Jalan Putat Gede Selatan 15/69 RT 6 RW 3, Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya.
31. Saifuddin, laki-laki, 15 tahun, warga Dusun Burneh Olog, Pajeruan, Geger, Bangkalan. .
32. Ahmad Rifari Haikal Nur, laki-laki, 17 tahun, warga Jalan A. Yani Suprapto 6E/15 RT 3/ RW 3, Sidokumpul, Gresik.
33. Muhammad Ubaidillah, laki-laki, 15 tahun, warga Jalan Swadaya Gang Tunas Harapan RT 97/ RW 8, Pal 9, Sungai Kakap.
34. Ahmad Albi Fahri, laki-laki, 13 tahun, alamat Hang Tuah 7/20 RT 7/ RW 9, Semampir, Surabaya.
35. Abdus Somad, laki-laki, 17 tahun, warga Dusun Kamarong, Banjar, Kedungdung, Sampang.
36. Imam Junaidi, laki-laki, 16 tahun, warga Kampung Nangger, Alas Kokon, Modung, Bangkalan.
37. Mohammad Fajri Ali, laki-laki, 14 tahun, warga Kalimas Baru I GG 1/25, RT 001/ RW 001, Tanjung Perak, Pabean Cantian, Kota Surabaya.
38. Muhammad Nasi Hudin, laki-laki, 15 tahun, warga SP TB. Dusun Riding Panjang RT 003, Riding Panjang, Belinyu, Bangka Belitung.
39. Achmad Suwaifi, laki-laki, 15 tahun, warga alamat Kampung Galba, Panjalinan, Blega, Bangkalan.
40. Mochammad Haikal Ridwan, laki-laki, 14 tahun, warga Dusun Barat Leke, Sendang Dajah, Labang, Bangkalan.
41. Mochamad Adam Fidiansyah, laki-laki, 12 tahun, warga Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo.
42. Muhammad Raihan Jamil, laki-laki, 14 tahun, warga Krembangan Jaya Selatan, Surabaya.
43. Mohammad Abdul Rohman Nafis, laki-laki, 15 tahun, warga Pulungan, Sedati, Sidoarjo.
44. M. Ghifari Chasbi, laki-laki, 15 tahun, warga Tamansari, Wonorejo, Pasuruan.
45. Moh Toni Afandi, laki-laki, 14 tahun, warga Sidotopo Jaya, Semampir, Surabaya.
46. Ach. Ramzi Fariki, laki-laki, 15 tahun, warga Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
47. Abdullah As Syaid, laki-laki, 16 tahun, warga Modung, Bangkalan, Madura.
48. Arif Afandi, laki-laki, 15 tahun, warga Wonorejo, Tegalsari, Surabaya.
49. Moh Alfin Mutawakkilalalla, laki-laki, 17 tahun, warga Desa Lomaer, Blega, Bangkalan.
50. Muhammad Iklil Ibrohim Al Aqil, laki-laki, 15 tahun, warga Dusun Tegal Gebang, RT 2/ RW 21, Sukorejo, Bangsalsari, Jember.
"Saat ini operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman nomor ante mortem dan post mortem," pungkas Khusnan.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban dinyatakan selamat. Sementara korban meninggal hingga kini belum diketahui pasti.
Yang jelas, terdapat 67 kantong jenazah (termasuk 8 body part). Proses identifikasi pun masih berlangsung di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 50 orang berhasil teridentifikasi.