← Beranda
Kabar Gunung Tangkuban Perahu Erupsi Ternyata Hoaks, Begini Faktanya
Alfa KamilaJumat, 8 Desember 2023 | 21.10 WIB
Unggahan soal Gunung Tangkuban Perahu erupsi ternyata informasi palsu. Video yang beredar di medsos adalah kejadian lama tahun 2019. Radar Solo Jawa Pos.

JawaPos.com – Bencana erupsi Gunung Marapi di Sumatra barat yang menewaskan 23 pendaki baru-baru ini, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan rakyat Indonesia.

Selain Gunung Marapi, bencana serupa juga dikabarkan terjadi pada Gunung Anak Krakatau dan Gunung Merapi, yang juga mengalami erupsi beberapa waktu setelahnya.

Menyusul rentetan bencana erupsi gunung api tersebut, kabar mengejutkan kemudian datang dari Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat. Kabarnya, gunung yang lekat dengan legenda Tangkuban Perahu itu juga mengalami erupsi besar.

Baca Juga: Ganjar-Mahfud Perhatikan Nasib Para Kiai dan Santri di Kampung, Tingkatkan Peran Pesantren di Masa Depan

Informasi tersebut lantaran sebuah video viral di sosial media, di mana Gunung Tangkuban Perahu tertangkap kamera mengalami erupsi dan membuat para pengunjung panik.

Dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group) dari Antara, Jumat (8/12), video itu pertama kali terunggah di sosial media Facebook pada Kamis (7/12) kemarin. Dalam video tersebut, tertulis narasi berbunyi “Tangkuban Perahu Meletus”.

Tentu saja, video tersebut menggemparkan publik seolah-olah bencana alam tiada habisnya. Melihat animo warganet yang tak terbendung, pihak terkait pun akhirnya buka suara mengenai kebenaran kabar tersebut.

Baca Juga: Bandara Internasional Dhoho Kediri Segera Beroperasi, 5 Hotel Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Kamu yang Mau Berkunjung!

Kepala Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa video yang viral di Facebook itu adalah video lama. Artinya, kabar bahwa Gunung Tangkuban Perahu erupsi baru-baru ini adalah hoaks.

Katanya, peristiwa erupsi Gunung Tangkuban Perahu yang kini viral di sosial media itu sejatinya adalah video kejadian pada 26 Juli 2019 lalu.

Untuk itu, Kades Ciater pun mengimbau agar masyarakat tak mudah terpancing dengan berbagai isu-isu yang sliweran di sosial media. Terlebih lagi, tak jelas sumber dari isu tersebut dan tak bisa dipertanggungjawabkan.

EDITOR: Bintang Pradewo