JawaPos.com - Direktur Utama (Dirut) Televisi Nasional Republik Indonesia (TVRI) Iman Brotoseno menyatakan, ketidaktahuannya atas adanya Intel khusus (Intelsus) yang menyamar menjadi kontributor wartawan TV di jajarannya.
Belakangan diketahui bahwa Iptu Umbaran Wibowo merupakan intelsus yang jadi wartawan di perusahaan media milik negara tersebut.
"Tidak tahu kita (Iptu Umbaran adalah Intelsus)," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (15/12).
Dalam menyeleksi kontributor, Iman mengakui bahwa pihaknya memang tidak terlalu ketat dalam menyisir pegawai. Itulah yang menyebabkan Iptu Umbaran bisa berkarier menjadi wartawan TVRI meski di sisi lain merupakan polisi
"Ya tidak seketat ketika melamar jadi pegawai tetap. Jadi kita tidak melalukan cek background segala. Sepanjang dia punya kemampuan untuk menyumbang berita sesuai tugas lapangan," jelasnya.
"Ya bisa saja masuk jadi kontributor. Mereka juga tidak hadir setiap hari di kantor. Umumnya kontributor itu freelance dan pekerja lepas. Ada yang juga punya pekerjaan lain," sambung Iman.
Namun begitu, dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya bakal mengevaluasi rekrutmen tenaga kontributor ke depan sesuai dengan aturan UUD Pers no.40.
"Tapi ini memang jadi catatan kami agar ke depan jauh lebih berhati hati, terutama TVRI daerah dalam melalukan rekrutmen agar tidak menyalahi aturan," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, profil Iptu Umbaran Wibowo mendadak viral di media sosial usai dilantik jadi Kapolsek Kradenan di Polres Blora. Anggota Polri itu ternyata pernah menjadi wartawan kontributor TVRI di Blora selama 14 tahun.