← Beranda
RS Rujukan Covid-19 di 5 Provinsi Alami Kelangkaan Oksigen
Nurul Adriyana SalbiahMinggu, 4 Juli 2021 | 20.10 WIB
Tenaga medis saat menyiapkan tabung oksigen di tenda darurat yang dijadikan ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/6/2021). Kasus COVID-19 di Indonesia masih terus melonjak sampai saat ini. Per Sabtu (26/6/2021) ini, kas
JawaPos.com - Lonjakan pasien Covid-19 membuat angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 kelebihan kapasitas. Alhasil RS juga mulai kekurangan pasokan oksigen untuk pasien Covid-19.

Baru-baru ini salah satunya terjadi di RS Sardjito Jogjakarta. Alhasil, pihak direktur RS melayangkan surat kepada Kementerian Kesehatan untuk segera menambah pasokan oksigen demi keselamatan pasien Covid-19.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), dr. Lia G. Partakusuma membenarkan adanya kelangkaan oksigen di sejumlah RS di wilayah Indonesia. Sedikitnya ada lima provinsi yang mengalami kondisi tersebut.

Baca Juga: Puluhan Pasien Meninggal di RS Sardjito, Ini Klarifikasi Soal Oksigen

"Beberapa provinsi sempat menyampaikan kekurangan oksigen yaitu Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan Banten," kata dr. Lia kepada JawaPos.com, Minggu (4/7).

Untuk mengatasi kondisi itu telah diupayakan pertemuan-pertemuan dengan berbagai produsen dan berbagai Kementerian Kesehatan terkait termasuk Polri. Sehingga RS mendapat kemudahan dan bantuan percepatan mobilisasi oksigen ke RS.

"Juga ada dari industri yang membantu sehingga prioritas penyediaan gas medis bisa diprioritaskan untuk RS," tutur dr. Lia.

Menurut dr. Lia, banyaknya masyarakat yang panik mengakibatkan naiknya pembelian tabung gas di toko-toko dan harga naik. Saat ini harga distributor dipatok.

Juru Bicara Vaksinasi dan Covid-19 Siti Nadia Tarmizi memastikan kebutuhan oksigen di tiap rumah sakit terus dikoordinasikan. Sementara untuk kasus kelangkaan oksigen di RS Sardjito Jogjakarta sudah bisa ditangani.

"Untuk oksigen kami tetap monitor dan tetap menjaga buffer atau persediaan 30 persen," kata Nadia.
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah