JawaPos.com - Kepolisian Republik Indonesia mencatat 240 orang meninggal dunia akibat tsunami yang menerjang wilayah Banten dan Lampung. Data tersebut terhitung lada pukul 07.00 WIB, hari ini, Senin (24/12).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, jumlah korban tersebut masih akan bertambah. Karena proses pencarian korban masih terus dilakukan.
Ia merinci dari 240 korban yang meninggal, terdiri dari 179 orang ditemukan di wilayah hukum Polda Banten. "Sementara 61 orang yang meninggal dunia lainnya ditemukan di wilayah hukum Polda Lampung, bebernya kepada JawaPos.com, Senin (24/12).
Selain meninggal dunia, didapati 736 orang luka-luka di dua wilayah itu. "408 orang di Banten masih hilang," sebut dia.
Bencana tsunami selat sunda ini kata Dedi, juga menimbulkan kerugian materiil. Sebagaimana diketahui, sejumlah bangunan rusak. "817 rumah, 11 hotel, 1 Masjid, 85 warung rusak," sebut dia.
Begitu pula dengan kendaraan. Sebanyak 245 kendaraan motor dan 557 perahu juga rusak diterjang tsunami.