JawaPos.com - Reuni Aksi 212 telah selesai diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/12). Selayaknya aksi unjuk rasa yang diikui ratusan ribu orang, pasti meninggalkan banyak sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Isnawa Aji mengungkapkan volume sampah yang ditinggalkan oleh massa aksi 212 mencapai 240meter kubik (m³). Namun, uniknya, dalam aksi damai kali ini, sampah secara bergotong-royong ditangani oleh massa aksi dan petugas kebersihan Provinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, sampah sisa aksi massa banyak. Tetapi, di setiap sisi jalan disiapkan kantung sampah. Bahkan, kantung sampah tidak hanya disediakan DLH DKI Jakarta, massa aksi juga berinisiatif membawa sendiri kantung sampah.
"Alhamdullilah, aman terkendali. Dan juga terimakasih para peserta aksi reuni membantu petugas DLH dalam pengumpulan sampah dalam karung dan kantung plastik," kata Isnawa Adji saat dihubungi JawaPos.com (2/12).
Isnawa menyatakan bahwa lembaganya memberikan dukungan sarana prasarana, yakni, 4 Container Toilet, 7 bus VIP, 5 Truk Tangki Air Bersih dan 1 Truk Tangki air kotor. Serta, menyiapkan 9 unit roadsweeper dan 1.000 kantong sampah dengan volume ±150-200 m³.
"Sejak maret 2016, dinas LH memutuskan bahwa siapa pun yang adakan acara baik di Monas, Thamrin atau GBK (Gelora Bung Karno), koordinatornya akan kita undang untuk rapat. Selain mereka siapkan kantong plastik sampah, juga harus bertanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkan" jelas Isnawa.