JawaPos.com - Semua orang berhak memiliki sebuah tempat yang menjadi rumah untuk mereka. Entah itu sebuah rumah megah, kamar sempit, atau hanya sebuah ranjang untuk tidur. Namun sayangnya tidak bisa mendapatkan akses untuk memiliki atap di atas kepala mereka.
Karena itu, banyak komunitas, organisasi, yayasan atau badan sosial lainnya bergerak dalam misi pembangunan rumah atau tempat berlindung (shelter).
Banyak orang mendirikan panti untuk berbagai individu yang membutuhkan. Terutama anak-anak yang kehilangan rumah, atau keluarga mereka tidak bisa menjaga mereka karena berbagai alasan.
Baca Juga: Usai Ujicoba Melawan Persebaya, Fariz Julinar Maurisal Berikan Motivasi untuk Skuad PSIS Semarang
Ms. Peregrine (Eva Green) adalah salah satu kepala panti bagi anak-anak berbakat khusus sejak tahun 40-an. Rumahnya menjadi tempat berlindung 12 anak-anak unik. Namun Ms. Peregrine membutuhkan bantuan dari seseorang dari masa depan.
Jake (Asa Butterfield) baru-baru ini mengalami pengalaman buruk. Ia menyaksikan kakeknya dibunuh dan jasadnya kehilangan kedua bola matanya. Namun polisi menyatakan penyebab kematian kakeknya sebagai serangan jantung.
Setelah kejadian tersebut, kedua orang tuanya membawa Jake ke seorang psikolog untuk membantu Jake melewati masa dukanya.
Bibi Jake memberinya sebuah buku kliping milik kakeknya yang berisi sebuah kartu pos dari Mr. Peregrine. Dalam kartu tersebut bertuliskan bahwa ia menantikan kembalinya kakek Jake. Kartu tersebut berisi alamat pengirimnya, yaitu Pulau Cairnholm yang berada di Wales, Inggris.
Mengetahui hal tersebut dari Jake, psikolognya menyarankan untuk Jake pergi ke tempat tersebut dan bertemu dengan teman-teman lama kakek Jake. Berharap mungkin hal tersebut dapat menyenangkan Jake.
Jake pergi ke tempat tersebut bersama ayahnya, yang kebetulan tidak memiliki hubungan baik dengan almarhum kakek. Mereka berdua menginap di sebuah bar yang menyewakan kamar untuk mereka. Ayahnya juga meminta dua laki-laki lokal untuk memandu Jake berkeliling pulau serta mencari lokasi rumah Ms. Peregrine.
Setelah kedua laki-laki dan Jake tersebut sampai di lokasi dimana rumah tersebut ada, betapa terkejutnya Jake mendapati bahwa rumah tersebut ternyata telah hancur. Kata kedua bocah tersebut rumah tersebut hancur akibat kejatuhan bom pada saat perang.
Jake menjadi sedih dan kesal, berpikir bahwa Mr. Peregrine serta penduduk rumah meninggal akibat bom tersebut. Lalu ia kembali ke hotel dan menceritakannya ke ayahnya.
Keesokannya, Jake kembali ke lokasi tersebut untuk berziarah. Tapi ia malah bertemu dengan sekelompok anak-anak yang sangat mirip dengan anak-anak panti dalam foto di buku kliping kakeknya.
Kaget dan ketakutan, berpikir ia melihat hantu, Jake lari terbirit-birit, jatuh lalu pingsan. Jake terbangun dan masih melihat anak-anak tersebut.
Tidak hanya itu, anak-anak tersebut memiliki kemampuan aneh. Ada bocah perempuan dengan kekuatan super, remaja perempuan yang bisa terbang dan mengendalikan angin, anak laki-laki dengan segerombolan lebah tinggal di dalamnya, anak laki-laki tidak kasat mata, dan lain-lain.
Jake menyadari bahwa ia kembali ke tahun 1943, beberapa saat tepat sebelum bom jatuh ke atas panti Ms. Peregrine.
Film Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children menceritakan perjuangan mereka dengan bakat supernatural untuk bertahan hidup sembunyi-sembunyi selagi diburu oleh makhluk-makhluk jahat.
Makhluk-makhluk ini memburu orang-orang dengan bakat dan memakan mata mereka demi keabadian. Namun orang-orang seperti Miss Peregrine tidak bisa melawan, karena makhluk-makhluk ini tak kasat mata.
Akan tetapi Jake dan almarhum kakeknya memiliki kemampuan untuk melihat mereka. Karena itu, Jake juga ikut diburu oleh mereka.
Film ini adalah adaptasi dari seri novel dengan judul yang sama. Saat ini terhitung ada enam buku sejak tahun 2011 hingga 2021.
Film ini mendapatkan perhatian besar karena disutradarai oleh Produser Tim Burton, dan adaptasi dari novel dengan banyak penggemar. Namun sayangnya para penggemar kecewa dengan film tersebut karena tidak memenuhi ekspektasi.
Film ini memenangkan Top Box Office Films dalam Penghargaan ASCAP 2017, dan mendapatkan skor 6.7/10 di IMDb serta 65% Tomatometer di Rotten Tomatoes.