← Beranda
Chapter Akhir Petualangan Cloud Strife cs: 'Final Fantasy VII Revelation' Diumumkan, Vincent dan Cid Akhirnya Playable!
Banu AdikaraMinggu, 7 Juni 2026 | 00.52 WIB
Final Fantasy VII Revelation. (Square Enix)

JawaPos.com - Setelah menunggu kurang lebih 3 tahun, penggemar franchise RPG Final Fantasy akhirnya mendapatkan jawaban atas nasib perjalanan Cloud Strife dan kawan-kawan di trilogi remake Final Fantasy VII

Square Enix resmi mengumumkan game ketiga tersebut dengan judul Final Fantasy VII Revelation. Game yang melanjutkan Final Fantasy VII Remake dan Final Fantasy VII Rebirth ini dijadwalkan meluncur pada musim semi 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, PC, dan Nintendo Switch 2.

Bagi para penggemar fanatik, Revelation bukan sekadar sekuel dari Rebirth. Ini adalah babak terakhir dari konflik panjang antara Cloud Strife dan Sephiroth yang telah membentuk salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah video game.

Baca Juga: Kala Manusia Menolak Langit: Filosofi 'Membunuh Tuhan' dalam JRPG

Melanjutkan Akhir Mengejutkan Rebirth

Cerita Revelation akan melanjutkan langsung peristiwa setelah Rebirth, tepatnya setelah kematian tragis Aerith di tangan Sephiroth. Merujuk pada cerita di game orisinilnya yang rilis pada 1997 di konsol PlayStation, kematian Aerith membuat Planet berada di ambang kehancuran lantaran Sephiroth berhasil memanggil Meteor, magic terkuat yang mampu meluluhlantakkan dunia. 

Ancaman mematikan ini akhirnya membangunkan para penjaga Planet berwujud monster raksasa yang dikenal sebagai Weapon. Nasib Planet pun kini berada seutuhnya di tangan Cloud untuk menghentikan Sephiroth.

Bagi yang pernah memainkan Final Fantasy VII original, fase ini merupakan bagian paling epik dari keseluruhan cerita. Inilah periode ketika ancaman Sephiroth mencapai puncaknya, berbagai misteri identitas Cloud mulai terungkap, dan para jagoan kita harus menghadapi kekuatan-kekuatan terbesar yang pernah diciptakan Planet.

Baca Juga: 'Detroit Metal City' dan Matinya Simbol Pemberontakan di Tangan Industri Hiburan

Vincent Valentine dan Cid Highwind Akhirnya Playable

Salah satu pengumuman yang paling disambut antusias adalah konfirmasi bahwa dua protagonis yang hanya jadi non-playable character di Rebirth, yakni Vincent Valentine dan Cid Highwind, kini resmi menjadi karakter yang bisa dimainkan penuh.

Vincent adalah seorang vampir yang dikenal sebagai mantan anggota Turks yang misterius dengan kemampuan transformasi mengerikan, sementara Cid adalah pilot keras kepala yang akhirnya menjadi kapten pesawat legendaris Highwind yang membawa Cloud dan kawan-kawan mengarungi dunia.

Kehadiran dua karakter ini berarti seluruh anggota utama party Final Fantasy VII akhirnya lengkap untuk pertama kalinya dalam trilogi remake.

Baca Juga: Elegi Penderitaan Masa Lalu dan Improvisasi Ketidakpastian Masa Depan: Falsafah Jazz dan Blues dalam 'Cowboy Bebop'

Highwind dan Dunia Terbuka Terbesar

Square Enix juga memperlihatkan salah satu fitur yang paling lama dinanti penggemar, yakni pesawat udara Highwind.

Dalam Revelation, pemain dapat menerbangkan Highwind untuk menjelajahi dunia secara bebas. Pengembang bahkan menyebut Revelation sebagai dunia terbuka terbesar dalam trilogi remake sejauh ini, dengan kebebasan eksplorasi yang jauh lebih luas dibanding Rebirth.

Selain menjelajahi berbagai wilayah baru, pemain juga akan mengunjungi kembali lokasi ikonik seperti Wutai, kampung halaman Yuffie Kisaragi yang selama ini menjadi salah satu area favorit penggemar.

Baca Juga: Fenomena 'Waifu' dan 'Husbu' Sebagai Bentuk Fictoseksual: Ketika Pasangan Virtual jadi Rumah Paling Ideal

Saatnya Berhadapan dengan Para Weapon!

Daya tarik terbesar lain di Revelation adalah kemunculan para Weapon. 

Dalam lore Final Fantasy VII, Weapon merupakan makhluk raksasa yang diciptakan Planet sebagai mekanisme pertahanan terakhir ketika dunia menghadapi ancaman serius.

Mereka bukan sekadar monster biasa, melainkan bencana hidup yang mampu menghancurkan kota dan pasukan dalam hitungan menit.

Trailer perdana Revelation mengonfirmasi bahwa pemain akan menghadapi para Weapon dalam skala yang jauh lebih besar dibanding game sebelumnya.

Di game original-nya, setidaknya ada empat Weapon yang dihadapi oleh Cloud cs. Mereka adalah Diamond Weapon, Ruby Weapon, Emerald Weapon dan Ultimate Weapon.

Tiga nama terakhir hingga kini masih dikenang sebagai optional boss paling brutal dalam sejarah RPG.

Baca Juga: Robot Raksasa dan Cermin Gangguan Jiwa: Mengeksplorasi Mental Illness dalam 'Neon Genesis Evangelion'

Misteri Zack dan Midgar di Semesta Alternatif

Pertanyaan terbesar yang masih menggantung sejak Rebirth bukanlah soal Sephiroth atau Meteor. Melainkan Zack Fair.

Sejak akhir Remake, Square Enix secara sengaja memperlihatkan keberadaan Zack di Midgar, tapi dalam sebuah realitas alternatif yang berbeda dari garis waktu utama. Di semesta tersebut, Zack selamat dari peristiwa yang seharusnya merenggut nyawanya sebelum cerita Final Fantasy VII dimulai, tepatnya di game Crisis Core: Final Fantasy VII.

Di sepanjang Rebirth, pemain berkali-kali diperlihatkan bagaimana Zack berusaha memahami dunia yang terasa tidak semestinya. Berbagai petunjuk mengarah pada keberadaan banyak kemungkinan realitas yang saling bertabrakan akibat gangguan terhadap takdir yang sebelumnya dijaga oleh Whispers, entitas penjaga timeline yang juga masih sama misteriusnya.

Trailer Revelation belum mengungkap secara rinci peran Zack, tetapi kemunculannya kembali menegaskan bahwa konflik multisemesta yang diperkenalkan dalam Remake dan Rebirth akan menjadi bagian penting dari klimaks cerita.

Banyak penggemar meyakini bahwa nasib Cloud, Aerith, dan Sephiroth pada akhirnya akan terkait langsung dengan keberadaan Zack di dunia alternatif tersebut.

Baca Juga: Mazmur Pembantaian dalam Liturgi Darah: 'Hellsing' dan Fetish Manusia dalam Menikmati Kekerasan

Penutup Trilogi Ambisius

Sulit mengingkari fakta bahwa Final Fantasy VII merupakan salah satu video game paling berpengaruh dalam industri game. Melalui Remake, Rebirth, dan kini Revelation, Square Enix tidak hanya menghidupkan kembali kisah klasik tersebut, tetapi juga memperluasnya dengan alur baru yang membuat bahkan penggemar lama tidak bisa menebak akhir ceritanya.

Dengan Vincent dan Cid yang akhirnya playable, kebebasan menjelajahi dunia menggunakan Highwind, serta pertarungan melawan para Weapon yang legendaris, Final Fantasy VII Revelation tampaknya sedang dipersiapkan sebagai klimaks terbesar dan paling ambisius dalam sejarah franchise ini. 

EDITOR: Banu Adikara