JawaPos.com - Di setiap peperangan, kita harus mengorbankan banyak hal untuk mendapatkan apa yang diharapkan demi kebaikan bersama. Bahkan kita mungkin harus merelakan orang-orang tersayang.
Kerusakan tambahan (collateral damage) seperti itu memang harus diperhitungkan dalam menghadapi berbagai konflik. Tapi bukan berarti kerusakan ini tidak berharga di mata seseorang.
Setelah Peeta (Josh Hutcherson) berhasil diselamatkan dari siksaan Capitol, Katniss (Jennifer Lawrence) mendapatinya telah di-hijack, semacam pencucian otak ekstrim untuk memasukkan informasi salah ke target.
Akibatnya, Peeta menjadi sangat agresif kepada Katniss dan orang-orang yang ia percayai berhubungan baik dengan Katniss. Hal ini membuat Katniss semakin membenci Presiden Snow (Donald Sutherland).
Walaupun Katniss sangat ingin langsung pergi ke Capitol untuk menyerang Snow, Presiden Coin (Julianne Moore) dari Distrik 13 menghentikannya. Coin beralasan bahwa mereka perlu mengambil kendali Distrik 2 terlebih dahulu.
Distrik 2 adalah salah satu distrik dari sedikit yang masih berpihak kepada Capitol. Ini dikarenakan favoritisme oleh Capitol terhadap distrik-distrik penghasil victor (pemenang) Hunger Games terbanyak.
Para tentara Distrik 13 mulai membuat banyak strategi tidak humanis untuk mengalahkan Capitol. Bahkan kebanyakannya tidak segan-segan mengorbankan orang-orang tak bersalah. Mereka berargumen bahwa tanpa strategi semacam ini, mereka akan terus kalah dari Capitol.
Katniss dan kru kameranya dikirim ke Distrik 2, yang terpecah antara pihak pemberontak dan simpatisan Capitol. Di sana Katniss tertembak peluru, namun berkat kostumnya yang anti peluru ia selamat tanpa luka berat.
Katniss perlahan-lahan mulai menyadari bahwa Presiden Coin bukanlah seseorang yang sesuai dengan ia kira. Maka, ia berusaha untuk melarikan diri ke Capitol dengan bantuan teman-temannya.
Sesampainya di Capitol, ternyata Presiden Coin mengetahui keberadaan Katniss dan teman-temannya, maka ia mengirim Peeta menyusul mereka demi "konten bagus."
Presiden Snow juga memiliki strategi tersendiri, dimana ia merekrut para gamemaker lama dan memasang banyak jebakan di seluruh Capitol agar para pemberontak tidak dapat mencapai pusat kota.
Untungnya mereka memiliki alat untuk mendeteksi jebakan-jebakan ini. Walaupun begitu, bukan berarti mereka dapat benar-benar menghindarinya.
Akibat jebakan-jebakan ini kelompok mereka kehilangan separuh lebih dari anggota-anggotanya. Jebakan ini baru berhenti ketika mereka berhasil keluar dari area tersebut, atau ada yang mati darinya.
Film The Hunger Games: Mockingjay Part 2 (2015) ini adalah film terakhir dari Hunger Games Saga menurut kronologinya.
Walaupun film ini mendapatkan skor sensor 13 tahun ke atas, adegan-adegan grafis dan kejam yang diperlihatkan dapat dinilai terlalu ekstrim, mengingat ini film bertema distopia.
Film mendapatkan skor 6.6/10 di IMDb dan 70% Tomatometer di Rotten Tomatoes.