← Beranda
Sinopsis Seri Knives Out (2019-2025): Mengikuti dan Melihat Proses Penyelidikan Detektif Benoit Blanc
Alberta Dionny NatanuelJumat, 6 Maret 2026 | 11.30 WIB
Poster film Knives Out (2019), Glass Onion (2022) dan Wake Up Dead Man (2025) (IMDb)

JawaPos.com - Menjadi seorang detektif membuat kita jadi lebih perhatian terhadap hal-hal kecil yang sering terlewati oleh orang awam. Kita lebih memperhatikan orang-orang pula, dan hal itu membuat kita sering curiga dan sulit untuk percaya. 

Pekerjaan ini juga dapat membuat seseorang menjadi sangat terkenal. Bahkan bisa menggaet perhatian internasional. 

Sayangnya, pekerjaan ini tidak ada akhirnya karena kejahatan selalu terjadi di sekitar kita. Serta, semakin pintar pelaku melakukan kejahatannya, perlu makin pintar pula detektif yang bekerja. 

Benoit Blanc (Daniel Craig) adalah tokoh detektif swasta dalam seri film Knives Out, yang film pertamanya, dengan judul yang sama dirilis pada tahun 2019, dan dua film berikutnya. Ia menjadi tokoh penting dalam tiga film misteri dalam seri Knives Out ini. 

Baca Juga: Sinopsis Film My Sister's Keeper (2009): Antara Terlahir sebagai Penyelamat dan Terlahir sebagai Cadangan Saudaranya

Knives Out (2019)

Harlan Thrombey (Christopher Plummer) adalah seorang penulis novel misteri yang sangat sukses. Sampai-sampai ia dapat mendirikan penerbitannya sendiri. 

Bersama dengan keluarganya, Harlan merayakan ulang tahun ke 85-nya di rumah besarnya. Ia memiliki satu putri dan dua putra, dari mereka semua ia memiliki tiga cucu. 

Namun, separuh dari keturunannya ini sangat mengecewakan. Suami dari putrinya berselingkuh, istri dari salah satu almarhum putranya mencuri uang sekolah cucunya, putra satunya juga tidak dapat meneruskan perusahaannya, dan salah satu cucunya sangat pemalas. 

Pagi hari setelah malam perayaan ulang tahunnya, Harlan ditemukan tewas akibat sayatan di lehernya, menandakan bunuh diri. Namun, Harlan bukanlah seseorang yang akan melakukan hal itu tanpa sebab. 

Detektif Benoit datang diundang oleh seorang anonim untuk menginvestigasi kasus ini. Bersamanya, ada Detektif Letnan Elliot (Lakeith Stanfield) yang merupakan salah satu anggota polisi lokal. 

Mereka berdua juga mendapatkan asistensi dari perawat Harlan, Marta Cabrera (Ana de Armas), yang juga menjadi bagian penting dari proses penyelidikan ini pula. Serta karena ia tiba-tiba menjadi pewaris utama seluruh kekayaan Harlan. 

Film ini mendapatkan banyak sekali penghargaan dan memasuki banyak sekali nominasi. Film ini mendapatkan skor 7.9/10 di IMDb. 

Glass Onion (2022)

Walaupun dunia dilanda pandemi, kejahatan tidak akan langsung berhenti begitu saja. Kali ini Detektif Benoit diminta tolong oleh Helen Brand (Janelle Monae) untuk menyelidiki kematian saudara kembarnya, Cassandra “Andi” Brand (Janelle Monae). 

Polisi menyatakan kematian Andi sebagai bunuh diri. Namun, ada banyak sekali kejanggalan yang ditemukan oleh Helen, sehingga ia merasa bahwa Andi dibunuh. 

Salah satunya adalah pada hari kematiannya, Andi mengirim email kepada teman-temannya bahwa ia akan mengumbarkan sesuatu yang akan menghancurkan mereka semua. 

Helen tidak memberitakan kematian saudarinya ini agar ia dapat menemukan siapa pembunuh sebenarnya. 

Andi dulunya adalah CEO dari sebuah perusahaan teknologi besar, yang didirikan bersama sahabatnya, Miles Bron (Edward Norton). 

Namun, kelompok pertemanan mereka terdiri dari banyak sekali orang-orang eksentrik lainnya, yang juga memiliki alasan untuk membunuh Andi. 

Sesuai dengan kebiasaannya, Miles mengirimkan undangan menginap akhir pekan di mansionnya, Glass Onion, di sebuah pulau pribadinya di Yunani. Ia juga mengirim undangan yang sangat unik pula. 

Helen, yang menerima undangan Andi karena kematiannya belum diberitakan, meminta tolong bantuan Benoit untuk mengungkapkan pembunuh saudarinya. 

Film ini juga mendapatkan banyak sekali penghargaan dan nominasi. Film ini mendapatkan skor 7.1/10 di IMDb. 

Wake Up Dead Man (2025)

Tempat-tempat ibadah pun juga menjadi saksi pembunuhan keji yang didasari oleh kerakusan dan keserakahan. 

Pastor Jud Duplenticy (Josh O’Connor) adalah pastor baru yang ditugaskan sebagai asisten pastor di Gereja Our Lady of Perpetual Fortitude. Gereja ini berada di kota kecil dan dipimpin oleh Monsinyur Jefferson Wicks (Josh Brolin). 

Dalam beberapa hari pertamanya, Pastor Jud mengetahui banyak hal-hal gelap mengenai gereja tempat ia bertugas ini. Gereja ini awalnya dipimpin oleh kakek Monsinyur Jefferson, Pendeta Prentice Wicks (James Faulkner) yang memaksa anaknya, Grace (Annie Hamilton), untuk tetap tinggal di gereja dengan janji warisannya. 

Namun, begitu Pendeta Prentice meninggal, ia mendapati bahwa seluruh kekayaannya itu lenyap. Hal tersebut membuat Grace marah besar dan menghancurkan isi gereja, termasuk salib di dalam gereja. Monsignor Jefferson menolak untuk menggantikan yang salib hancur sebagai pengingat tentang ibunya. 

Monsignor Jefferson juga memiliki gaya khotbah yang problematik. Ia melanggar sumpah sebagai pendetanya bahwa ia akan merahasiakan seluruh pengakuan dosa umat-umatnya, dan menggunakannya sebagai topik khotbah setiap minggunya. 

Hal itu membuat gereja mereka kehilangan banyak sekali anggota, sampai-sampai yang tersisa hanya segelintir saja termasuk dua staff gereja. Mereka yang bertahan ini adalah orang-orang yang berhasil dimanipulasi oleh Jefferson. 

Pastor Jud sangat tidak setuju dengan cara-cara Jefferson, yang membuat ia sering berargumen dengan satu sama lain. Hingga pada ibadah Jumat Agung, Monsignor Jefferson tiba-tiba ditemukan meninggal di ruangan sempit akibat tusukan pisau. 

Polisi setempat mempekerjakan Detektif Benoit untuk menginvestigasi kematian tersebut, dan membiarkan Pastor Jud yang menjadi tersangka utama membantunya. Hingga mereka juga mengungkapkan misteri dari kematian Pendeta Prentice. 

Film ini memasuki banyak sekali nominasi dalam berbagai penghargaan dan memenangkan beberapa penghargaan. Film ini mendapatkan skor 7.3/10 di IMDb. 

Baca Juga: Sinopsis Seri Film Now You See Me (2013, 2016, 2025): Bukan Sulap, Bukan Sihir, Begini Caranya Mengungkap Kejahatan di Dunia Modern

EDITOR: Candra Mega Sari