← Beranda
Sinopsis Captain America Brave New World Hadirkan Misi Baru Sam Wilson, Konspirasi Adamantium, Hingga Duel Red Hulk
Risma Azzah FatinRabu, 3 September 2025 | 03.01 WIB
Anthony Mackie sebagai Sam Wilson atau Captain America dalam Captain America Brave New World. (IMDb)

JawaPos.com – Film Captain America: Brave New World, menandai debut Anthony Mackie sebagai Captain America.

Dilansir dari laman The Direct pada Selasa (2/9), Cerita dimulai ketika Jenderal Thaddeus “Thunderbolt” Ross terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Sam Wilson bereaksi terhadap kabar tersebut dan segera terlibat dalam sebuah misi bersama Joaquin Torres.

Mereka berusaha menyelamatkan sandera dari penjahat bernama Sidewinder, yang diperankan Giancarlo Esposito. Setelah berhasil, mereka mengamankan sebuah paket misterius yang ternyata sangat berharga.

Baca Juga: Inilah 7 Pertanyaan yang Muncul Setelah Ending Film Captain America: Brave New World, Spoiler Alert!

Sam kemudian melatih Torres agar mampu menjadi Falcon baru, dengan bantuan Isiah Bradley. Namun, undangan ke Gedung Putih untuk menghadiri presentasi Ross membuat situasi berubah drastis.

Ross mengungkapkan bahwa paket tersebut adalah Adamantium dari Pulau Celestial, sumber konflik antarnegara. Saat presentasi berlangsung, Isiah tiba-tiba menyerang Ross tanpa mengingat tindakannya. Insiden ini memicu kekacauan politik yang melibatkan berbagai pihak.

Sam yakin Isiah tidak bersalah dan mulai menyelidiki peristiwa yang terjadi. Ia menemukan adanya pengendalian pikiran yang dipicu oleh lagu dan cahaya tertentu. 

Baca Juga: Mengapa Bruce Banner milik Mark Ruffalo Tidak Ada di Captain America: Brave New World? Simak Alasannya!

Sidewinder kembali muncul dan terlibat pertarungan sengit dengan Sam, meskipun akhirnya berhasil dikalahkan. Penyelidikan membawa Sam dan Torres ke sebuah lokasi rahasia bernama Camp Echo 1. Tempat itu ternyata menjadi markas Samuel Sterns, sang Pemimpin.

Di Camp Echo 1, Sam menemukan bahwa Sterns memanfaatkan teknologi pengendalian pikiran untuk memanipulasi orang-orang. Ia juga mengetahui bahwa Sterns memiliki hubungan lama dengan Ross setelah peristiwa Incredible Hulk.

Ruth Bat-Seraph kemudian membantu Sam dan Torres melarikan diri dari kamp tersebut. Namun, ketegangan internasional semakin meningkat ketika Jepang menyadari Amerika menipu mereka terkait Adamantium. Ross semakin terpojok karena situasi diplomatik memburuk.

Ketika tekanan memuncak, Ross mulai menunjukkan perubahan akibat pil gamma buatan Sterns. Hal ini mendorong transformasinya menjadi Red Hulk yang sangat kuat. 

Pertarungan besar pun terjadi antara Ross dalam wujud Red Hulk dan Sam sebagai Captain America. Sam menggunakan strategi dan peralatan Vibranium untuk menahan kekuatan lawannya. Konflik tersebut hampir memicu perang besar, tetapi berhasil dicegah.

Dalam titik balik dramatis, Sam memilih berbicara kepada Ross alih-alih terus bertarung. Ia mengingatkan Ross tentang putrinya, Betty, dan kenangan pribadi yang melembutkan hati sang jenderal.

Pendekatan emosional itu berhasil menenangkan Ross hingga ia menyerahkan diri. Ross kemudian dipenjara di Rakit dan menerima tanggung jawab atas tindakannya. Hubungannya dengan Betty pun kembali terjalin meski penuh penyesalan.

Film ditutup dengan tekad Sam untuk membangun kembali Avengers seperti keinginan Ross. Torres dipersiapkan menjadi Falcon baru, sementara Isiah akhirnya dibebaskan. 

Percakapan Sam dengan rekan-rekannya menegaskan besarnya tanggung jawab yang harus ia emban sebagai Captain America. Adegan pasca-kredit menampilkan sang Pemimpin yang memperingatkan ancaman dari dunia lain. Hal ini menjadi pengantar menuju Avengers: Doomsday dan Avengers: Secret Wars.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho