← Beranda
Lee Joo Bin Jadi Malaikat Naga Penyendiri dalam Drama Twelve, Bagaimana Kisahnya?
Aulia RamadhaniKamis, 7 Agustus 2025 | 13.12 WIB
Lee Joo Bin. Sumber foto: Soompi

Jawapos.com – Sebentar lagi, penggemar akan menyaksikan akting dari aktris Korea Lee Joo Bin dalam drama berjudul Twelve.

Aktris yang dikenal lewat drama hits Be Melodramatic itu akan memikat perhatian dengan chemistrynya bersama para pemeran lainnya.

Dikutip dari Soompi, Kamis (7/8), drama superhero yang tayang perdana pada 23 Agustus itu juga telah merilis poster karakter dan foto-foto Lee Joo Bin.

Baca Juga: Di Drama Berjudul Walking On Thin Ice, Bagaimana Kisah Kim Young Kwang yang Jalani Kehidupan Ganda?

Poster yang baru dirilis secara visual menggambarkan identitas dan simbolisme Mir, serta menampilkan aksara Mandarin untuk ‘naga’, berlapis pola seperti sisik seperti kulit naga.

Terinspirasi oleh 12 zodiak hewan dari Timur, Twelve menceritakan kisah 12 malaikat yang hidup di dunia manusia dalam wujud manusia untuk melindungi Semenanjung Korea dari roh jahat.

Para malaikat hampir tidak berhasil menyegel kekuatan jahat di gerbang neraka melalui pengorbanannya, yang membawa kedamaian.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Makan Favorit Warga di Blitar untuk Kumpul Keluarga, dari Suasana Nyaman hingga Menu yang Lezat

Namun, dengan kebangkitan roh-roh jahat, kekacauan kembali terjadi, dan cerita ini akan membuat penonton makin penasaran.

Aktris Lee Joo Bin berperan sebagai Mir, malaikat yang mewakili naga, ia memiliki kemampuan untuk meramalkan bahaya melalui mimpi-mimpi profetik.

Mir memilih untuk hidup menyendiri, menjauhkan diri untuk melindungi para malaikat lainnya, namun kekuatannya telah disegel sejak pertempuran dengan roh-roh jahat ribuan tahun yang lalu.

Mengenai drama ini, Lee Joo Bin berkata, “Saya tertarik dengan elemen tradisional dan fantastis dalam cerita ini. Rasanya khas Korea yang membuatnya sangat memikat.”

 “Di antara semua hewan, naga adalah satu-satunya yang tidak ada di dunia nyata, sehingga membuatnya sangat sulit untuk digambarkan,” ungkapnya.

EDITOR: Hanny Suwindari