← Beranda
Mengenal Ma Dong Seok atau Don Lee dari Film-Filmnya: Penggemar Film Aksi Penuh Adegan Menegangkan Kumpul!
Alberta Dionny NatanuelMinggu, 4 Mei 2025 | 00.27 WIB
Ma Dong Seok bintangi film Marvel

JawaPos.com - Dilansir dari IMDb, Ma Dong Seok (lahir dengan nama Lee Dongseok) adalah seorang aktor asal Korea Selatan.

Ia lahir di Seoul, Korea Selatan, pada 1 Maret 1971 dan bermigrasi ke Amerika Serikat bersama keluarganya ketika ia berumur 19 tahun, dengan begitu ia menjadi warga negara Amerika Serikat. 

Ma Dongseok juga dikenal dengan nama Inggrisnya, Don Lee, serta dikenal sebagai aktor yang selalu memainkan peran penuh dengan adegan aksi. 

Diketahui ia telah aktif sebagai aktor sejak 2005, namun ia menjadi terkenal karena perannya di film “Train to Busan” (2016). 

Walaupun begitu, ia juga membintangi banyak film aksi lainnya yang kurang dikenal oleh masyarakat luas. 

Berikut beberapa film yang dibintangi oleh Ma Dongseok yang dapat ditonton untuk mengisi waktu luang kita. 

Nameless Gangster: Rules of the Time (2012)

Sebuah film gangster yang dilatarbelakangi Korea Selatan pada tahun 1990, ketika Presiden Roh Taewoo mendeklarasikan perang terhadap kejahatan terorganisasi, atau geng. 

Diawali dengan penangkapan pebisnis Choi Ikhyun (Choi Minsik) atas penyelundupan miliaran won dari perusahaan konstruksi, intimidasi, penculikan dan kekerasan. 

Jo Beomseok (Kwak Dowon), pengacara publik dari Busan, ditugaskan untuk memimpin investigasi atas pembunuhan pemilik hotel Heo Samshik (Kwon Taewon) oleh anggota geng Kim Panho (Cho Jinwoong), yang masih berhubungan dengan Ikhyun. 

Ma Dongseok disini berperan sebagai anggota dari keluarga Ikhyun, yaitu saudara ipar sekaligus mucikari. 

Dalam proses investigasi ini, Beomseok mengungkap banyak sekali kegiatan kriminal lama yang dilakukan oleh Ikhyun, hingga koneksinya ke yakuza Jepang. 

Dari film ini kita dapat melihat secuplik bagaimana kejahatan terorganisasi bekerja pada tahun 80an di Korea Selatan. Serta bagaimana kesetiaan sangatlah penting bagi gangster. 

Train to Busan (2016) 

Berbeda dari tema-tema film yang sering dimainkan oleh Ma Dongseok, film “Train to Busan” atau “Busanhaeng” ini mengangkat tema zombie. 

Di film ini ia memainkan Yoon Sanghwa, seorang bapak-bapak dan suami yang sedang menemani istrinya, Seongkyeong (Jung Yumi), yang hamil tua ke Busan dengan kereta. 

Disana ia bertemu dengan Seokwoo (Gong Yoo) dan putrinya Suan (Kim Suan) yang juga ingin ke Busan untuk bertemu dengan ibunya Suan sekaligus mantan istrinya Seokwoo. 

Sebelum kereta berjalan, seorang perempuan yang sudah terinfeksi oleh virus zombie berhasil masuk ke dalam kereta. Dari situ dengan cepat satu per satu penumpang kereta terinfeksi. 

Film ini memiliki adegan penutup yang sangat sedih karena dari begitu banyak penumpang kereta tersebut, hanya beberapa selamat. 

Empat tahun kemudian, diriliskan film sekuelnya yang berjudul “Peninsula”. 

Seri The Roundup (2017-2024)

Seri film ini diinspirasi oleh kejadian nyata dimana detektif-detektif dari Seoul berusaha untuk mengakhiri kejahatan terorganisasi yang terjadi secara internasional. 

Film pertama memiliki judul “The Outlaws” atau “Beomjoedosi” (2017) berlatarbelakangkan Seoul pada tahun 2004. 

Di tahun tersebut, Detektif Ma Seokdo (Ma Dongseok) berusaha menangani perang geng antara dua geng China dan Korea di pecinan sekitar sana. 

Lalu hadirlah grup lintah darat dari China yang diketuai oleh Jang Chen (Yoon Kyesang). Tidak hanya itu, ia juga membunuh salah satu ketua geng setempat dan mengambil alih kasino milik yang satunya lagi. 

Mengetahui adanya kejahatan berat yang dilakukan oleh Jang Chen, Seokdo dan rekannya memulai usaha untuk menangkapnya. 

Film kedua memiliki judul “The Roundup” (2022), disini Detektif Ma Seokdo dikirimkan ke Vietnam untuk menjemput dan membantu proses ekstradisi seorang tersangka Yoo Jonghoon (Jeon Jinoh). 

Jonghoon adalah tersangka anggota kejahatan terorganisasi yang bergerak di Vietnam. Namun ia menyerahkan diri ke polisi setempat untuk melarikan diri dari kejaran rekan-rekan lainnya, terutama Kang Haesang (Son Sukku). 

Haesang adalah orang Korea Selatan yang melakukan kejahatan di luar negeri. Ia menculik dan membunuh turis Korea dengan iming-imingan uang. Salah satu korbannya adalah orang kaya Choi Yonggi (Cha Woojin). 

Dalam film ini kita dapat melihat bagaimana Seokdo berusaha untuk menangkap Haesang sebelum Choi Choonbaek (Nam Moonchul), ayah dari korban, mendapatkannya terlebih dahulu. 

Di film ketiga, “The Roundup: No Way Out”, diinspirasi oleh kasus penyelundupan narkoba di Korea Selatan 2017-2018. 

Sesuai dengan kasus tersebut, kepolisian Korea Selatan bertemu dengan penyuplai narkoba asal Jepang. Yang secara langsung berhubungan dengan kegiatan bisnis sekelompok yakuza. 

Film keempat yang berjudul “The Roundup: Punishment” dirilis pada tahun 2024. Film ini diinspirasi oleh kasus pembunuhan orang-orang Korea di Thailand pada tahun 2015. 

Orang-orang Korea ini diculik, ditahan dan dieksploitasi keahlian programmingnya untuk mengoperasikan sebuah website judi online. 

Namun di film ketua dan pemilik organisasi judi online ini adalah seorang mantan anggota militer Korea, Baek Changgi (Kim Muyeol). 

Changgi yang haus akan uang ini berencana untuk menyerang dan menjarah server milik rival-rivalnya. 

Seokdo disini dibantu oleh agen-agen dari tim investigasi siber dimana mereka berhasil melacak data-data dari korban-korban yang sudah meninggal. 

The Gangster, the Cop, the Devil (2019)

Di film ini kita dapat melihat bagaimana dua kubu yang sangat berbeda, polisi dan gangster, bekerja sama untuk menangkap seorang pembunuh berantai. 

Jung Taesuk (Kim Muyeol) adalah seorang detektif yang ditugaskan untuk memeriksa lokasi pembunuhan, namun ia menemukan tanda-tanda pembunuhan berencana dan kemiripan dengan kasus-kasus sebelumnya. Karena itu ia berasumsi bahwa ini adalah pembunuhan berantai. 

Jang Dongsoo (Ma Dongseok) adalah seorang ketua geng kelas atas yang menjadi satu-satunya korban yang selamat dari usaha pembunuhan berantai ini. 

Taesuk dan Dongsoo awalnya berusaha untuk menangkap pelaku ini dengan cara mereka masing-masing, namun menemukan fakta bahwa mereka lebih baik bekerja sama. 

Namun, karena kecerdikan pembunuh berantai ini pihak kepolisian tidak memiliki bukti untuk hakim. 

Film ini menjadi terkenal karena adegan dimana Dongsoo membuka bajunya di depan para hakim untuk menunjukkan bekas-bekas lukanya dari usaha pembunuhan tersebut. Serta adegan dimana Dongsoo dan si pembunuh bertemu di penjara. 

Eternals (2021)

Film ini bukanlah film yang berasal dari Korea Selatan, namun film ini merupakan film debut Ma Dongseok di Hollywood. Seperti film Marvel lainnya, film ini didasari cerita komik rilisan Marvel. 

Film ini menceritakan sebuah kelompok yang berisikan orang-orang abadi dengan kekuatan super yang dikirimkan untuk melindungi Bumi dari makhluk kuno deviants. 

Di film ini Ma Dongseok, atau Don Lee, memerankan salah satu dari orang abadi ini yang memiliki kekuatan super bernama Gilgamesh. 

Namun deviant terakhir telah dimusnahkan pada abad ke 16. Dengan berakhirnya tugas mereka, kelompok ini terpecah karena perbedaan pendapat mengenai bagaimana mereka akan terus hidup di antara manusia. 

Akan tetapi, setelah lima ratus tahun deviant ditemukan kembali dan telah membunuh pemimpin para eternal. 

Seiring berjalannya waktu, mereka menemukan fakta baru yang mengguncangkan moralitas mereka masing-masing. 

EDITOR: Novia Tri Astuti