JawaPos.com – Film Women From Rote Island adalah film drama dan thriller Indonesia yang ditayangkan di bioskop pada 22 Februari 2024.
Women From Rote Island disutradarai dan ditulis oleh Jeremias Nyangoen, dan dibintangi oleh Irma Rihi, Linda Adoe, dan Sallum Ratu Ke.
Film ini merupakan Film Terbaik versi Festival Film Indonesia (FFI) 2023, dan juga memenangkan tiga kategori lainnya, yaitu Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, dan Pengarah Sinematografi Terbaik.
Women From Rote Island mengangkat kisah nyata para perempuan korban kekerasan seksual dan perdagangan manusia di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Film ini menggugah kesadaran dan empati masyarakat terhadap isu-isu yang sering terabaikan dan ditutup-tutupi.
Film ini juga menampilkan keindahan alam dan kekayaan budaya Pulau Rote, yang menjadi latar belakang cerita yang menyentuh dan mengharukan.
Sinopsis Film Women From Rote Island
Dilansir dari laman IMDb, Kamis (22/2), film ini berkisah tentang Orpa (Linda Adoe), seorang ibu tunggal yang harus menghidupi tiga anaknya setelah suaminya meninggal.
Orpa menolak untuk menguburkan suaminya sampai anak pertamanya, Martha (Irma Rihi), pulang dari Malaysia, di mana ia bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia ilegal.
Martha akhirnya dipaksa untuk pulang oleh majikannya yang kejam, yang sering memperkosanya dan menyiksanya. Martha mengalami trauma berat dan tidak bisa berbicara.
Orpa dan Martha harus menghadapi diskriminasi dan stigma dari masyarakat sekitar, yang menganggap mereka sebagai perempuan berkelamin darah, yaitu perempuan yang tidak suci dan tidak berharga.
Orpa dan Martha juga harus berjuang melawan sistem patriarki yang menindas dan menghambat hak-hak mereka.
Orpa dan Martha mencoba untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam diri mereka, dengan bantuan Damar (Van Jhoov), seorang pemuda yang mencintai Martha, dan Mama Orpa (Maria DonaInes), seorang dukun yang bijaksana.
Review Film Women From Rote Island
Melansir dari unggahan akun X (dulunya Twitter) @Nontoners, Kamis (22/2), Women From Rote Island adalah film yang berani dan bermakna.
Film ini tidak hanya menyajikan cerita yang menarik dan menegangkan, tetapi juga menyampaikan pesan yang penting dan relevan dengan kondisi sosial di Indonesia.
Women From Rote Island secara berani mengkritik praktik-praktik yang merendahkan martabat perempuan, seperti kekerasan seksual, perdagangan manusia, dan poligami.
Film ini juga mengajak penonton untuk lebih peduli dan berempati dengan nasib perempuan-perempuan yang menjadi korban dari kejahatan tersebut.
Film ini juga berhasil menggambarkan kehidupan masyarakat Pulau Rote dengan realistis dan autentik. Film ini menampilkan berbagai tradisi dan adat istiadat yang khas dari Pulau Rote, seperti upacara kematian, tarian, dan musik.
Women From Rote Island juga memperlihatkan keindahan alam Pulau Rote, yang menjadi kontras dengan kekerasan yang terjadi di sana. Film ini juga menyelipkan plot misteri tentang orang-orang yang hilang, yang membuat penonton semakin penasaran dan terlibat dengan cerita.
Salah satu kekuatan film ini adalah akting para pemainnya, yang sebagian besar adalah warga lokal. Irma Rihi, yang memerankan Martha, memberikan penampilan yang luar biasa.
Meskipun jarang berbicara, ia mampu mengekspresikan emosi dan perasaan Martha dengan kuat melalui teriakan dan ekspresinya. Linda Adoe, yang memerankan Orpa, juga memberikan akting yang mengesankan.
Ia mampu menunjukkan karakter Orpa yang tegar, namun juga rapuh dan berharap. Sallum Ratu Ke, yang memerankan Bertha, adik Martha, juga memberikan akting yang natural dan menggemaskan.
Women From Rote Island juga didukung oleh sinematografi yang apik, yang disutradarai oleh Joseph Christoforus Fofid. Film ini menggunakan teknik long take, yaitu pengambilan gambar yang panjang tanpa potongan, untuk membuat penonton merasa seperti menjadi bagian dari cerita.
Film ini juga menggunakan warna-warna yang hangat dan terang, yang mencerminkan suasana Pulau Rote. Film ini juga menggunakan musik dan lagu-lagu yang sesuai dengan tema dan suasana film, seperti lagu ‘Sio Mama’, yang menjadi lagu tema film.
Secara keseluruhan, Women From Rote Island adalah film yang layak untuk ditonton. Film ini memiliki cerita yang menyentuh, pesan yang bermakna, akting yang memukau, dan sinematografi yang indah.
Film ini juga menjadi cermin dan refleksi perjuangan perempuan korban kekerasan seksual dan perdagangan manusia dari timur Indonesia.
Tidak hanya itu, film ini juga menjadi tontonan yang lengkap dan tetap menghibur. Jangan lewatkan Film Indonesia Terbaik versi FFI 2023 Women From Rote Island karya Jeremias Nyangoen yang telah tayang di bioskop hari ini!