JawaPos.com - Sejarah tercipta di Locarno International Film Festival 2021. Sabtu lalu (14/8), Edwin memboyong Golden Leopard. Dia adalah sutradara Indonesia pertama yang memenangkan penghargaan tertinggi di ajang bergengsi itu.
’’Ajaib rasanya. Timing-nya pas,’’ kata Edwin saat berbincang dengan Jawa Pos pada Minggu (15/8). Dia bersyukur film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas mendapat apresiasi.
Pria kelahiran Surabaya tersebut menegaskan, prestasi itu adalah kado terindah bagi Indonesia. Apalagi, penghargaan tersebut dia terima menjelang peringatan kemerdekaan RI. Selain menyabet penghargaan tertinggi di Locarno, film yang Edwin adaptasi dari novel berjudul sama karya Eka Kurniawan itu bakal tayang di Toronto International Film Festival (TIFF) 2021.
Edwin hanya butuh sekali membaca novel setebal 243 halaman itu dan langsung memutuskan untuk memfilmkannya. Jika mayoritas pembaca menganggap novel dengan tokoh utama Ajo Kawir itu vulgar dan berdiksi kasar, Edwin justru menemukan kekuatan di situ.
’’Saya melihat sesuatu yang nyata di balik kata-katanya yang jorok dan kasar. Keindahan dari kejujuran itulah yang menarik. Itu saya saring, lalu saya terapkan dalam film,’’ ungkapnya.
Tekad bulat yang hadir dalam waktu singkat itu ternyata kontradiktif dengan proses pembuatan filmnya yang butuh waktu lama. Pria 43 tahun tersebut mengatakan, syuting dipersiapkan sejak enam tahun lalu. Namun, ada saja kendala yang membuatnya tertunda. Lantas, ketika proses produksi dimulai pada Februari 2020, pandemi melanda.
Belasan tahun berkiprah di industri perfilman nasional, Edwin mendapat pengalaman baru saat menggarap Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Yakni, saat Ajo Kawir kali pertama bertemu Iteung di pabrik batu.
’’Dalam kondisi berantem, Ajo merasakan cinta pada pandangan pertama. Adegan berantem itu harus diselingi momen romantis juga. Itu berbeda dari yang pernah saya kerjakan sebelumnya,’’ papar alumnus Institut Kesenian Jakarta itu.
Berprestasi di Locarno dan mengharumkan nama Indonesia ke seantero dunia jelas membuat Edwin bangga. ’’Puas banget. Memberikan semangat lebih untuk bikin film ke depannya,’’ ucapnya.
Namun, dia masih punya satu agenda yang harus terlaksana. Apa itu? ’’Memutar film di negara sendiri. Itu sesuatu yang tak tergantikan,’’ tambahnya.