← Beranda
Film 'Milea: Suara dari Dilan' Targetkan Tujuh Juta Penonton
Estu Suryowati• Selasa, 10 Desember 2019 | 03.45 WIB
Max Pictures merilis trailer dan poster
JawaPos.com - Film Dilan 1990 dan Dilan 1991 mendulang sukses dengan ditonton lebih dari lima juta penonton. Film Dilan 1990 yang tayang pada 2018 silam ditonton oleh 6,3 juta penonton. Sementara film Dilan 1991 sukses mendatangkan orang-orang ke bioskop hingga 5,3 juta orang.

Ody Mulya Hidayat selaku produser menargetkan film 'Milea: Suara dari Dilan' yang merupakan film pamungkas dari trilogi film Dilan bisa mengungguli dua film pendahulunya. Produser dari rumah produksi Max Pictures tersebut menargetkan film 'Milea: Suara dari Dilan' ditonton sedikitnya tujuh juta orang.

"Film Dilan 1990 ditonton 6,3, Dilan 1991 ditonton 5,3 juta. Mudah-mudahan film ini jadi 7 juta," ucap Ody Mulya dalam jumpa pers di bilangan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Guna mencapai target tersebut, Ody mengupayakan bisa membuka 1.500 layar pada hari pertama penayangan film 'Milea: Suara dari Dilan'. Ody bakal mengupayakan hal tersebut agar film Indonesia benar-benar bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri.

"Saya minta kalau bisa 1.500 layar (pada hari pertama penayangan). Kalau film luar (negeri) bisa, kenapa film Indonesia tidak? Saya akan usahakan lebih dari 1.000 layar," ungkap Ody Mulya.

Dalam kesempatan sama, sang sutradara, Fajar Bostomi mengatakan, film ini tidak saja menggali cerita tentang Milea dan Dilan. Karakter yang tidak muncul di dua film sebelumnya juga bakal dimunculkan dalam film yang rencananya tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 13 Februari 2020 ini.

"Di film Milea ini beberapa karakter yang tidak keluar di film sebelumnya, kami keluarin. Kecuali Ancika, kami tahan, belum kami keluarin di sini. Karena saya yakin penonton masih suka sama Milea," tutur Fajar.

Sekalipun film Milea adalah film terakhir dari konsep trilogi, Fajar yang mengaku sangat menyukai karya Pidi Baiq berharap masih ada film lain tentang Dilan. Baik film itu digarap olehnya ataupun dieksekusi oleh sutradara lain.

"Mungkin Ancika bisa dimasukin di film selanjutnya. Kalau masih berjodoh bisa saya yang garap. Tapi kalau enggak, mungkin sama sutradara lain," tuturnya.
EDITOR: Estu Suryowati