← Beranda

Penjelasan Ending The Art of Sarah: Alasan Sarah Kim Lebih Memilih Boudoir daripada Kebebasannya

Sofyan HendraRabu, 25 Februari 2026 | 16.34 WIB
Drama Korea The Art of Sarah yang trending di Netflix.

JawaPos.com - Drama Korea (drakor) The Art of Sarah bukan sekadar kisah kriminal biasa. Serial yang masih menjadi trending di Netflix ini bermain di wilayah yang lebih dalam, yakni identitas, kelas sosial, dan pertanyaan besar tentang siapa seseorang sebenarnya ketika hidup dibangun dari rangkaian kebohongan. 

Peringatan: tulisan ini full spoiler, ya.

Sejak episode pertama, penonton langsung diajak masuk ke misteri. Sebuah mayat ditemukan di gorong-gorong Seoul. Semua bukti, terutama tato di pergelangan kaki dan tas mewah edisi terbatas, mengarah pada satu nama: Sarah Kim (Shin Hae Sun), sosialita elite yang baru saja memperkenalkan luxury brand Boudoir di Korea. 

Kasus itu ditangani Detektif Park Mu Gyeong (Lee Jun Hyuk). Namun semakin penyelidikan berjalan, semakin kabur fakta yang didapatkan. 

Berawal dari Mok Ga Hui, Perempuan Kelas Pekerja yang Terjebak Sistem

Sebelum dikenal sebagai Sarah Kim, ia adalah Mok Ga Hui, pegawai di mal Samwol yang bertugas di area luxury brand. Mok Ga Hui menjual tas mewah kepada orang-orang kaya sambil hanya bisa memandang status sosial yang tak pernah ia miliki. 

Hidup Mok Ga Hui runtuh saat butik tempatnya bekerja dirampok ketika dia sedang meninggalkan tugasnya sebentar. Dia pergi ke toilet karyawan yang letaknya cukup jauh. Ya. Demi eksklusivitas di mal Samwol, ada larangan pegawai menggunakan toilet pelanggan. Dia pun dihukum. Mok Ga Hui harus menanggung ganti rugi 50 juta won.

Mok Ga Hui pun mencoba berbagai macam cara agar bisa membayar ganti rugi. Termasuk akhirnya terjebak bunga tinggi rentenir. Untuk melunasi utang, Mok Ga Hui mencoba menjual kembali tas diskon karyawan. Agar bisa mendapatkan banyak barang, dia mencuri tanda pengenal karyawan lain. Namun aturan tiba-tiba berubah. Kuota pembeliannya makin dibatasi.

Merasa tidak punya jalan keluar, Mok Ga Hui melompat dari jembatan dan dinyatakan tewas.

Namun kematian itu hanyalah awal identitas baru. 

Kim Eun Jae: Identitas yang Dibangun dari Balas Dendam

Mok Ga Hui selamat dan lahir kembali sebagai Du-a. Dia bekerja di hostess club dan mulai memahami satu hal bahwa kekuasaan berasal dari status dan uang.

Di klub malam tempatnya bekerja, dia menarget Hong Seong Sin, rentenir kaya yang sekarat akibat gagal ginjal. Mok Ga Hui pun menawarkan kesepakatan menukar ginjalnya dengan uang 500 juta won. Karena aturan yang melarang jual beli organ, mereka membuat pernikahan palsu dengan perjanjian kontrak. Hong Seong Sin memberinya identitas baru, Kim Eun Jae.

Selama setahun hidup bersama Hong Seong Sin, dia belajar bagaimana lingkaran elite berbicara, berjalan, dan mempertahankan kuasa sosial. Dia pun mulai merancang proyek terbesar dalam hidupnya, brand tas mewah Boudoir. 

Hong Seong Sin sempat menilai hubungan keduanya berubah menjadi emosional. Namun di balik itu, Kim Eun Jae sebenarnya sedang membalas dendam. Hong Seong Sin adalah sosok di balik perusahaan rentenir yang dulu menghancurkan hidup Mok Ga Hui. 

Kim Eun Jae pun benar-benar mendonorkan ginjalnya. Setelah mendapatkan modal dan pengalaman sosial yang cukup, dia kembali menghilang.

Kali ini, dia muncul sebagai identitas paling sempurna: Sarah Kim.

Sarah Kim dan Lahirnya Boudoir

Sebagai Sarah Kim, perempuan yang mengaku kelahiran Amerika dan lulusan Oxford, dia akhirnya memasuki lingkaran elite Seoul. Namun sesempurna apapun cerita yang ingin dibangun tentang Boudoir, ia membutuhkan produk nyata. Di situlah akhirnya Sarah Kim menemukan Kim Mi Jeong, pengrajin tas berbakat yang bekerja di pabrik tas palsu. Sarah melihat potensi besar dan merekrutnya menjadi pembuat tas Boudoir.

Sarah Kim lantas memberi Kim Mi Jeong akses pada dunia elite. Kim Mi Jeong mulai menginginkan hidup itu untuk dirinya sendiri. Dia meniru Sarah, membuat tato yang sama, bahkan berencana membunuh Sarah Kim dan mengambil identitasnya.

Tetapi rencana itu gagal.

Dalam perkelahian, Kim Mi Jeong terluka dan tak sadarkan diri. Sarah memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia menyembunyikan Kim Mi Jeong dalam koper peralatan pesta Boudoir dan membuangnya melalui saluran sampah mal Samwol menuju gorong-gorong.

Rencana hampir sempurna, kecuali satu detail fatal. Kim Mi Jeong ternyata belum mati. Dia sempat bangun dan merangkak sebelum akhirnya meninggal, meninggalkan jejak yang membuka penyelidikan polisi.

Penjelasan Ending The Art of Sarah: Siapa Sebenarnya Sarah Kim?

Inilah bagian paling penting dari The Art of Sarah. Setelah memimpin investigasi yang berliku, detektif Park Mu Gyeong akhirnya memahami seluruh kebenaran. Dia tahu Sarah Kim kemungkinan besar membunuh Kim Mi Jeong. Namun dia tak punya bukti telak.  Secara hukum, identitas Sarah Kim tidak pernah eksis. Sementara Kim Mi Jeong adalah perempuan yang hidup tanpa dokumen resmi.

Tidak ada cara membuktikan siapa sebenarnya siapa.

Di sinilah Sarah membuat langkah paling radikal. Dia memilih menghapus dirinya sendiri.Sarah Kim mengaku sebagai Kim Mi Jeong dan membuat pengakuan telah membunuh Sarah Kim. Dengan begitu,  Sarah Kim “mati” secara hukum. Penipuan besar Boudoir tidak bisa dituntut. Brand yang ia bangun tetap hidup.

Pada akhirnya Sarah Kim lebih memilih Boudoir, brand yang dia ciptakan dan amat dia cintai, dibandingkan kebebasannya sendiri.

Detektif Park dihadapkan pada dua pilihan: mengungkap kebenaran dengan konsekuensiseorang pembunuh bebas karena tidak ada bukti, atau menerima kebohongan namun bisamemenjarakan pelaku. Detektif Park memilih pilihan kedua. Sarah Kim, yang resmi menjadi Kim Mi Jeong, akhirnya divonis 10 tahun penjara.

The Art of Sarah akhirnya meninggalkan pertanyaan yang sama seperti salah satu dialog kuat dalam drakor ini: Jika kamu tidak bisa membedakan yang palsu dari yang asli, apakah itu benar-benar palsu?

EDITOR: Dhimas Ginanjar