JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menjadikan becak sebagai angkutan lingkungan yang terbatas dalam satu area, seperti permhkiman atau kampung. Hal itu juga disebutkan untuk mendukung aktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pariwisata di ibu kota.
"Untuk mendukung UKM dan pariwisata. Bukan becak seperti yang dulu kita bayangkan ada di jalan-jalan protokol, tapi murni mendukung pariwisata, mendukung kegiatan lingkungan yang terbatas sekali," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Rabu (17/1).
Sebelumnya, Sandi menginginkan moda transportasi beroda tiga itu menjadi angkutan di tempat wisata seperti New York Cab. Dia bercerita berdasarkan pengalamannya yang enam tahun lalu berkunjung ke New York, Amerika Serikat, untuk mengikuti ajang lari marathon.
Namun karena tidak sanggup berjalan, akhirnya Sandi naik becak menuju hotel yang disinggahi bersama Dubes Indonesia untuk AS. "Becaknya tuh yang digenjot di depan, duduknya di belakang, apa namanya ya? Namanya cab. New York cab ya, saya bilang 'wah ada becak juga ya di New York'," katanya.
Jika becak-becak di Jakarta dibuat seperti New York Cab, maka hanya ada tempat tertentu dan pelaksanaannya pun perlu didahului dengan kajian secara detail supaya tidak menambah kesemrawutan Jakarta.
"Kita harus pastikan bahwa itu tidak menambah kesemerawutan. Tapi justru menarik daya tarik pariwisata seperti di New York Cab," jelasnya lagi.
Adapun menurutnya, tempat wisata yang cocok tersebut, yakni Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Monumen Nasional (Monas) dan Pantai Ancol. "Kita coba cari deh, kan enggak boleh melanggar hukum juga, enggak boleh melanggar Perda, harus dicari mekanismenya," pungkas Sandi.