JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan layanan gratis Transjakarta dan subsidi bahan pokok bagi buruh yang bekerja di ibu kota mulai 2018. Hal itu menyusul penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3,6 juta.
Sementara itu, Sandi mengungkapkan, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dan PD Pasar Jaya meminta waktu satu bulan untuk mendata dan menghitung kesiapan kebijakan tersebut.
"Kami sudah berikan tugas mereka mohon waktu satu bulan untuk siapkan mereka konfirmasi TJ dan Pasar Jaya untuk Januari (2018). Siapkan semuanya termasuk sistemnya termasuk ke depan Pak Budi (Dirut Transjakarta) dan Pak Arief (Dirut Pasar Jaya) sudah sanggup," ujar Sandi di Balai Kota, Kamis (2/11).
Sebelumnya, ide tersebut disampaikan oleh Anies saat mengumumkan UMP yang disepakati bersama Dewan Pengupahan DKI Jakarta. Menurutnya, para buruh akan lebih sejahtera dengan kemudahan transportasi dan bahan pokok yang diberikan.
Subsidi bahan pokok bisa didapatkan para buruh dengan berbelanja di Jakgrosir yang menjual harga kebutuhan pokok lebih murah sekitar 10–15 persen dari harga pasar.
"Kami memberikan pelayanan transportasi angkutan jalan yang lebih berkeadilan dengan memberikan kartu gratis Transjakarta bagi pekerja dengan angka gaji UMP. Di sisi lain, kami akan turunkan biaya hidupnya dengan cara bantuan subsidi pangan," kata Anies, Rabu (1/11) malam.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi anak-anak buruh yang gajinya sebesar UMP. Anggaran sebesar Rp 885 miliar untuk subsidi pangan dan Rp 560 miliar untuk peningkatan besaran KJP disiapkan untuk mereka.
Nantinya, buruh akan dapat satu kartu yang bisa mengakses layanan transjakarta dan berbelanja di Jakgrosir. Semua layanan itu khusus bagi buruh yang memiliki gaji sebesar UMP DKI Jakarta 2018, berdomisili di Jakarta dan bekerja di Jakarta.