JawaPos.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendatangkan beberapa saksi pelapor di pengadilan untuk menjerat terdakwa dugaan kasus penodaan agama Islam, Basuki Tjahaja Purnama. Namun, dari sekian saksi yang memberikan keterangan, tim pengacara pria yang karib disapa Ahok itu merasa ada seseorang yang paling mencolok.
Pasalnya, kesaksiannya dinilai paling banyak mengungkapkan kebohongan. Dengan kata lain fitnah. Saksi tersebut adalah Irena Handono. "Udah keterlaluan ada 15 fitnah yang disampaikannya kepada Ahok," ujar kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat dalam sebuah diskusi di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/1).
Dari semua keterangannya, kata Humphrey, sebenarnya Irena sudah merasa merasa malu. Pasalnya, semua fitnah yang dilayangkan dibantah langsung oleh Ahok.
Karenanya ke depan, Humphrey berjanji akan mulai membungkam Irena dengan laporan palsu yang disampaikannya. Sebagaimana yang mereka lakukan terhadap Habib Novel belum lama ini.
"Ibarat film jangan dibunuh semua. Harus satu-satu. Minggu lalu Novel, minggu ini Irena. Kalau dihabisin semua nanti enggak ada berita lagi," pungkasnya. (uya/JPG)