JawaPos.com - Seleksi pekerja harian lepas (PHL) atau yang biasa dikenal dengan pasukan oranye tidak lama lagi digelar Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta.
Untuk syarat-syaratnya, kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, tetap diutamakan penduduk asli Ibu Kota.
"Pendidikannya minimal SMP," ujar pria yang karib disapa Soni itu di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/1).
Ke depannya, Soni berjanji akan mulai memperketat perekrutan PHL. Pasalnya dia mengaku sudah menerima beberapa keluhan terkait kecurangan perekrutan pasukan oranye.
"Ada kasus SMA baru lulus langsung diterima. Apalgi sebelum tes, (nama calon PHL) sudah dilingkari lurahnya. Dan dicek yang lulus ternyata dilingkari (namanya). Itu kan namanya tidak transparan," tegasnya.
Karenanya, Soni berpendapat bahwa hal-hal seperti itu harus diberantas. Karena ada perlakuan yang tidak adil di tengah masyarakat menengah ke bawah itu.
Ada juga, sambung Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri itu, proses perekrutan yang memberikan syarat bermain futsal bagi calon pasukan oranye. Jika tidak ikut bermain futsal maka tidak lolos seleksi. Hal itu menurutnya, sangat tidak masuk akal.
"Apa hubungannya bersihkan sampah dan futsal. Kan tidak ada. Padahal mereka itu sudah bekerja belasan tahun dan penduduk asli Jakarta," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Soni berniat mengambil langkah tegas dengan membuat tim fake finding guna mengawasi seluruh proses rekrutmen PHL.
"Dan kalau memang dicurigai (proses rekrutmen ada kejanggalan) kita ulang semuanya. Kita panggil (PHL) yang lama-lama itu," tandasnya.
Untuk diketahui, proses rekrutmen PHL akan dimulai pada Maret nanti. (uya/JPG)