JawaPos.com – Dua ruang kelas SDN Sidokumpul Sidoarjo yang rusak parah tertimpa tembok pembatas sekolah harus diperbaiki. Sebab, bulan depan pelajar menghadapi ujian tengah semester (UTS). Jika tidak segera diperbaiki, hal itu dikhawatirkan mengganggu persiapan pelajar dalam menghadapi ujian.
Kamis (9/2) siswa harus rela mengungsi. Untuk sementara, mereka dipindahkan ke ruang komputer dan multimedia. Kelas VC menempati ruang multimedia, sedangkan kelas IVC berada di ruang komputer.
Di ruang multimedia, 26 siswa tampak serius mengikuti pelajaran. Pelajar kelas VC tersebut mengerjakan soal pelajaran IPA. Di depan, Agustin Nur Wahyuni, guru kelas, terlihat mengawasi anak didiknya yang mengerjakan soal.
Meskipun hanya berukuran 5 x 6 meter, ruangan multimedia itu termasuk nyaman digunakan. Fasilitasnya cukup lengkap. Di ruang tersebut, terdapat meja dan kursi belajar. Selain itu, ada fasilitas tambahan seperti pendingin udara, kipas angin, dan layar proyektor untuk menampilkan gambar.
Agustin menyatakan bahwa ruang multimedia memang lebih kecil daripada ruang kelas yang biasa ditempati. ”Papan tulis diganti slide,” ucapnya.
Salah seorang siswa, Izmi Maulana, mengaku lebih nyaman belajar di ruang multimedia. ”Di sini lebih enak. Sebab, ada AC,” ujarnya, lantas tersenyum. Dia menceritakan kejadian ambruknya pagar pembatas sekolah pada Rabu (8/2). Saat itu Izmi dan teman-temannya sedang asyik belajar. Awalnya, terdengar suara angin kencang. Tak berselang lama, suara angin itu bercampur dengan suara benturan yang sangat keras dari samping kelas. ”Saya kaget tiba-tiba tembok jatuh. Guru langsung meminta kami pindah,” tuturnya.
Jika ruang multimedia sangat nyaman, berbeda halnya dengan ruang komputer. Di tempat itu, siswa kelas IVC terpaksa lesehan. Sebenarnya, terdapat kursi di ruangan tersebut. Namun, lantaran jumlah meja yang tersedia kurang, kursi yang seharusnya digunakan sebagai tempat duduk berubah fungsi menjadi tempat menulis.
Ruangan 5 x 6 meter itu diisi 30 siswa. Hari itu pelajar tampak serius mengerjakan latihan soal ujian yang diberikan Fatcha Iriana, guru kelas IVC. ”Ayo, kalau sudah, soal dikumpulkan, terus dikoreksi,” paparnya.
Guru yang sudah mengajar 17 tahun di sekolah tersebut menuturkan, ruang komputer sangat tidak kondusif digunakan untuk belajar. Sebab, jumlah meja tidak seimbang dengan jumlah murid. ”Akhirnya, saya mengakali. Saya minta siswa duduk di bawah. Kursi dipakai sebagai alas menulis,” terangnya.
Menurut Fatcha, pemindahan kelas itu mau tidak mau harus diterima. Sebab, ruang kelas lama tidak layak digunakan untuk belajar. Bangunan remuk ditimpa tembok pembatas sekolah. ”Daripada ada korban, mending belajar di sini,” ungkapnya.
Fatcha berharap pemkab segera membenahi ruang kelas yang rusak berat. Sebab, pada Maret mendatang, siswa menghadapi UTS. Menurut dia, pelajar harus mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi UTS. ”Kami tidak mungkin terus belajar seperti itu,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Taufik Hidayat Tri Yudono meminta pemkab secepatnya membenahi sekolah tersebut. Apalagi, pendidikan merupakan salah satu urusan wajib yang harus dipenuhi. ”Dalam visi dan misi bupati disebutkan bahwa Sidoarjo harus bebas sekolah rusak,” tegas politikus PDIP itu. Tidak hanya SDN Sidokumpul, dia meminta pemkab segera memberbaiki sekolah lain yang masuk kategori rusak berat. ”Jangan sampai proses belajar terganggu karena sekolah rusak,” tandasnya.
Berusaha Percepat Proses Lelang
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo berjanji mempercepat proses lelang proyek rehabilitasi SDN Sidokumpul. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 500 juta.
Sekretaris Dikbud Sidoarjo Tirto Adi mengakui, kondisi dua ruang kelas SDN Sidokumpul yang tertimpa pagar pembatas sekolah sangat parah. Karena itu, dua ruangan tersebut tak bisa ditempati. Siswa terpaksa menempati ruang multimedia dan komputer. ’’Saya juga sempat melihat kondisi anak-anak saat belajar,’’ ujarnya.
Meskipun seluruh siswa kelas V-C dan IV-C diungsikan ke ruang multimedia dan komputer, Tirto menilai pembelajaran tetap lancar. Kondisi tersebut sangat mungkin berlangsung selama triwulan pertama. ’’Secara regulasi, kami harus menunggu penggunaan anggaran,’’ ucapnya.
Dia menjelaskan, sebagai konsekuensi nilai dana rehabilitasi SDN Sidokumpul yang mencapai Rp 500 juta, proses lelang harus dilalui. Namun, pihaknya akan menjadikan bencana yang menimpa SDN Sidokumpul sebagai prioritas.
Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sudah turun. Dengan begitu, tahap lelang bisa segera dilakukan. ’’Saya sedang melakukan langkah-langkah terobosan untuk mempercepat proses lelang,’’ tuturnya.
Tirto menambahkan, anggaran Rp 500 juta digunakan untuk memperbaiki tiga ruang kelas. Termasuk dua ruang kelas yang dindingnya rusak karena tertimpa pagar pembatas sekolah setinggi 2 meter tersebut. Dalam rehabilitasi nanti, pihaknya sekaligus meninggikan lantai. ’’Saya lihat anak-anak masih bisa belajar dengan baik. Mereka harus bertahan sampai proyek rehabilitasi berjalan,’’ katanya.
Tahun ini, dikbud mengalokasikan lebih dari Rp 40 miliar guna merehabilitasi ruang kelas SDN yang rusak berat. Anggaran itu difungsikan untuk memperbaiki 95 sekolah yang gedungnya rusak berat serta pembangunan ruang kelas baru (RKB). ’’Di dalam anggaran itu, tercatat SDN Sidokumpul. Tetapi, bencana lebih dulu terjadi,’’ terang Tirto.
Kabid Pendidikan SD Dinas Dikbud Sidoarjo Abdul Munif menyatakan, pihaknya sedang mendata sekolah-sekolah di Sidoarjo yang rawan bencana, termasuk banjir. Data tersebut bakal dimasukkan dalam rencana usulan anggaran bantuan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) terhadap APBD Sidoarjo 2017 dan APBD tahun depan. ’’Banyak kawasan yang rawan banjir. SDN Sidokumpul juga terdaftar dalam list rehabilitasi,’’ jelasnya.
Sekolah-sekolah yang langganan banjir akan diusulkan mengikuti program rehabilitasi. Dia mencontohkan SDN Kedungpandan di Kecamatan Jabon. Untuk sekolah yang langganan banjir kategori sedang seperti SDN Kedungpandan, peninggian gedung bakal dilakukan.
Sementara itu, sekolah yang kebanjiran setiap tahun dan tergolong parah diusulkan mengikuti feasibility study (FS). ’’Kalau memang hasil FS memungkinkan pindah ke lahan yang lebih aman, ya kami lakukan,’’ ujarnya. (aph/ayu/c16/c18/pri/sep/JPG)